nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mahathir Mohamad Sanjung Aksi 212 di Monas Jakarta

Prabowo, Jurnalis · Senin 05 Desember 2016 18:50 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 12 05 18 1559385 mahathir-mohamad-sanjung-aksi-212-di-monas-jakarta-vk7tkebxo0.jpg Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad. (Foto: Prabowo/Okezone)

YOGYAKARTA - Mahathir Mohamad memuji aksi damai 2 Desember di Monumen Nasional Jakarta. Mantan Perdana Menteri Malaysia sejak 1981 hingga 2003 itu menilai aksi super damai tersebut sangat baik.

"Walaupun demo ditujukan terhadap Ahok, cara yang dilakukan cukup baik," kata Mahathir pada wartawan usai menjadi pembicara dalam Kuliah Umum di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Senin (5/12/2016).

Mahathir tak ingin mencampuri urusan dalam negeri negara lain seperti Indonesia. Terlebih, pada kasus hukum penistaan agama yang menyeret nama Gubernur DKI Jakarta Nonaktif Basuki Tjahaya Purnama (Ahok).

Mahathir juga menyampaikan agar konflik diselesaikan dengan baik, tanpa harus dengan cara kekerasan seperti perang. Cara bijak menyelesaikan masalah dengan damai itu sudah diajarkan dalam ajaran Islam.

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Din Syamsudin menegaskan aksi damai 2 Desember merupakan akumulasi dari rasa diskriminalisasi yang terjadi. Diskriminalisasi itu muncul saat penegak hukum kurang sigap dalam menangani yang terjadi di Kepulauan Seribu.

"Penegakan hukum itu merupakan cara beradab untuk mencegak cara-cara biadab. Penegakan hukum harus berkeadilan, jika tidak akan ada reaksi yang lebih besar terjadi di masyarakat," tandasnya.

Mantan Ketua PP Muhammadiyah ini melihat kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok merupakan masalah serius. "Jangan dianggap remeh masalah ini," tandasnya.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini