PM Jepang Dipastikan Mengunjungi Pearl Harbour

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Senin 05 Desember 2016 20:02 WIB
https: img.okezone.com content 2016 12 05 18 1559422 pm-jepang-dipastikan-mengunjungi-pearl-harbour-dsqZ6O6kQO.jpg Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe (Foto: Agustin Marcarian/Reuters)

TOKYO – Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe dipastikan akan mengunjungi Pearl Harbour bersama Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama. Pemimpin Partai Liberal Demokratik (LDP) itu bakal menjadi PM pertama Jepang yang mengunjungi Pearl Harbour sejak serangan udara 75 tahun lalu.

Kunjungan tersebut seakan membalas kehadiran Presiden Obama ke Monumen Hiroshima pada Agustus 2016. Obama menjadi presiden pertama AS yang mengunjungi lokasi serangan bom atom pada 1945 yang mengakhiri keterlibatan Jepang dalam Perang Dunia II.

Usai kunjungan Obama tersebut, muncul spekulasi bahwa Abe akan melakukan kunjungan ke Pearl Harbour bersama Obama di akhir masa kepemimpinan presiden ke-44 AS itu. Secara kebetulan, 7 Desember 2016 adalah peringatan ke-75 serangan yang dilakukan oleh pasukan Jepang ke pangkalan AS di Hawaii tersebut.

Seperti dimuat Washington Post, Senin (5/12/2016), Abe bersama Obama akan berkunjung ke Hawaii pada 26–27 Desember untuk menghadiri sebuah konferensi. Di sela-sela pertemuan, Abe bakal menyempatkan diri mengunjungi Pearl Harbour untuk mengenang para korban. Sebelumnya, Akie Abe –istri Shinzo– lebih dulu berkunjung pada Agustus 2016 dan meletakkan karangan bunga di Monumen USS Arizona serta bertemu para penyintas serangan tersebut.

Langkah PM Shinzo Abe itu diyakini akan menimbulkan amarah di dalam negeri, terutama bagi kalangan konservatif. Selama ini pemerintahan Abe mendorong revisi pandangan terhadap sejarah Jepang dan berupaya memulihkan harga diri Negeri Matahari Terbit akan kejayaan kekaisaran di masa lampau.

Meski begitu, Abe juga mengambil langkah pragmatis terhadap sejarah tersebut. Abe pernah menerbitkan pernyataan berisi penyesalan terhadap aksi Jepang di Perang Dunia II dalam peringatan ke-70 menyerahnya Negeri Sakura kepada Sekutu pada 2015. Pemerintah Jepang juga menyetujui kesepakatan dengan Korea Selatan (Korsel) untuk menyelesaikan sengketa terkait perempuan-perempuan yang dijadikan budak seks oleh tentara.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini