Unsoed Luncurkan Sistem Informasi Replikasi Klaster Ternak Sapi Potong

Agregasi Antara, · Senin 05 Desember 2016 19:35 WIB
https: img.okezone.com content 2016 12 05 65 1559294 unsoed-luncurkan-sistem-informasi-replikasi-klaster-ternak-sapi-potong-ob2Xu2BsTF.jpg Foto: Okezone

BANJARNEGARA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Purwokerto dan Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto meluncurkan sistem informasi dan replikasi klaster ternak sapi potong di eks Keresidenan Banyumas, Jawa Tengah.

"Kami ingin menciptakan sistem informasi sapi potong secara online (dalam jaringan/daring) khususnya di empat kabupaten se-eks Keresidenan Banyumas yang meliputi Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara," kata Kepala KPw BI Purwokerto Ramdan Denny Prakoso usai peluncuran Sistem Informasi dan Replikasi Klaster Sapi Potong di Pasar Hewan Petambakan, Banjarnegara, Senin (5/12/2016).

Dengan sistem informasi tersebut, dia mengharapkan adanya informasi terkini mengenai perkembangan sapi potong di empat kabupaten tersebut.

Ia mengatakan sistem tersebut akan menginformasikan apakah sapi tersebut siap jual atau belum, bagaimana bobotnya, siapa pemiliknya, ada di klaster mana, harga bobot hidup, dan harga daging sapi.

"Harapannya, jika sistem ini secara rutin dan disiplin di-input di masing-masing kandang, kita akan punya data sapi dan sapi siap potong yang sangat update atau real time," katanya.

Dengan demikian jika ada isu kelangkaan sapi, pihaknya bisa langsung mengecek ketersediaan sapi di setiap kandang. Ia mengatakan jika bisa berjalan sesuai harapan, calon pembeli pun dapat mengaksesnya melalui laman sistem informasi tersebut tanpa harus bergerilya mencari ternak yang diinginkan.

Sementara Dekan Fakultas Peternakan Unsoed Purwokerto Prof. Ahmad Sodiq mengatakan sistem informasi yang dibangun bersama KPw BI Purwokerto dapat diakses melalui laman http://sapipotong.id.

"Selama ini yang kami tahu, sistem informasi tersebut baru pada ternak unggas. Kami motivasi agar sistem ini bisa dikembangkan sampai ke tingkat nasional," katanya.

Informasi yang dihimpun, pada tahap awal penggunaan sistem informasi tersebut telah dimasukkan data dari 10 kelompok klaster yang tersebar di empat kabupaten se-eks Keresidenan Banyumas.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini