Image

Kejari Wonogiri Bidik Tersangka Lain dalam Kasus Korupsi Gamelan

Agregasi · Jum'at, 9 Desember 2016 - 11:17 WIB
Ilustrasi Ilustrasi

WONOGIRI - Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonogiri, Jawa Tengah (Jateng) menyatakan, masih menyelidiki kemungkinan adanya tersangka lain dalam kasus dugaan korupsi pengadaan gamelan untuk 40 SMP senilai Rp2,8 miliar oleh Dinas Pendidikan (Disdik) pada 2014.

Penyidik masih mendalami penyidikan untuk memperkuat bukti adanya keterlibatan pihak lain. Penyidik sudah menetapkan tiga tersangka, yakni Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Disdik selaku pengguna anggaran berinsial Sw, Direktur CV Berkah Dewa Dewi berinsial Sn, sebagai penyedia barang/jasa dan Komanditer CV yang sama berinsial AS.

Kamis 8 Desember 2016, penyidik memeriksa mereka di Kantor Kejari Wonogiri secara bersamaan. Para tersangka diperiksa secara tertutup di ruangan terpisah. Mereka didampangi pengacara masing-masing. Seusai diperiksa, mereka langsung pulang.

Kasipidsus Kejari Wonogiri, Hafidz Muhyiddin mengatakan, ada indikasi keterlibatan pihak lain yang berperan dalam kasus tersebut. Atas indikasi itu, tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain yang ditetapkan penyidik. Hanya, dia tidak menjelaskan secara spesifik pihak lain dimaksud.

“Penyidik masih terus mendalami kasus ini. Kemungkinan adanya tersangka lain masih terbuka,” kata Hafidz, seperti dikutip dari Solopos.com, Jumat (9/12/2016).

Dia menambahkan, berdasar penghitungan ahli dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Tengah, kerugian negara yang ditimbulkan dari kasus pengadaan gamelan senilai Rp189.810.000. Kerugian timbul akibat realisasi pengadaan gamelan tidak sesuai spesifikasi seharusnya.

Penghitungan dilakukan dengan mempertimbangkan pemanfaatan gamelan yang diterima 40 SMP.

“Nilai kerugian negara ini sudah diberitahukan kepada ketiga tersangka. Kami meminta mereka mengembalikan kerugian negara karena hal itu wajib bagi mereka.

Tersangka Sn menyatakan, bersedia mengembalikan uang tersebut. Sedangkan dua tersangka lain belum secara lugas menyatakan kesediaan mereka. Mereka akan berunding dulu karena pengembalian kerugian negara ditanggung renteng.

“Kalau nanti ada tersangka lain, pengembalian juga ditanggungkan kepada tersangka baru itu,” ulas Hafidz.

Sementara, pengacara Sn, Gunarto mengatakan, kliennya hanyalah korban. Dia menyebut kliennya tak tahu banyak soal proyek gamelan. Menurut Gunarto, ada orang berinisial Iw yang menyuruh kliennya mendirikan CV.

Sn menambahkan, orang tersebut yang mengurus lelang. Dia menduga Iw sudah punya hubungan dengan orang dalam sehingga CV Berkah Dewa Dewi bisa menang lelang.

Tersangka AS yakin tidak bersalah. Dia mengklaim tidak menikmati hasil proyek serupiah pun. Warga Bulusulur, Kecamatan Wonogiri, itu hanya membantu mencairkan dana 30 persen. Setelah itu dia mengaku tidak berkomunikasi dengan pihak terkait lainnya.

(fds)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming