Kecurangan UN Akibat Siswa Tak Siap Ujian

Iradhatie Wurinanda, · Sabtu 10 Desember 2016 08:00 WIB
https: img.okezone.com content 2016 12 09 65 1562817 kecurangan-un-akibat-siswa-tak-siap-ujian-ItIo88yxDk.jpg Foto: Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Kecurangan menjadi temuan klasik dalam penyelenggaraan ujian nasional (UN). Modusnya pun beragam, dari mulai contek-menyontek hingga mengandalkan kunci jawaban yang beredar untuk menjawab soal.

Alasan kecurangan pada UN menjadi salah satu alasan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengusulkan moratorium UN. Namun, rencana tersebut pun harus dikaji ulang lantaran tidak disetujui dalam rapat kabinet paripurna.

"Faktanya soal UN dibuat sampai 20 paket itu untuk menghindari kecurangan. UN pun menjadi dianggap menakutkan," ujar Direktur Operasional Bimbel Genius, Mujib Ridwan, dihubungi Okezone, baru-baru ini.

Setiap tahun, pihaknya rutin menyiapkan siswa dalam menghadapi UN. Dia berpendapat, jika siswa siap ujian, maka tidak akan bertindak curang.

"Curang berarti belum siap, baik siswa maupun guru sebagai pengajar, apalagi standar nilai UN hanya 5,5. Bandingan dengan standar KKM sekolah yang rata-rata 7,5. Lalu kenapa takut dengan standar 5,5, berarti ada yang harus diperbaiki, bukan standar UN nya," paparnya.

Dia menambahkan, dalam UN sebenarnya sudah ada acuan, yakni standar kompetensi kelulusan (SKL) dan kisi-kisi materi yang akan keluar. "Sehingga yang penting menyiapkan siswa, apalagi pada persaingan global saat ini," tandasnya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini