nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hary Tanoe: Berhasil Itu Mudah Tapi Tidak Gratis, Penuhi Syaratnya

MNC Media, Jurnalis · Sabtu 10 Desember 2016 04:45 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 12 10 337 1563525 hary-tanoe-berhasil-itu-mudah-tapi-tidak-gratis-penuhi-syaratnya-qwbwM9qEvy.JPG Group Chairman and CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo Beri Arahan di Rakernas MNC Leasing 2017 (Foto: MNC Media)
 

JAKARTA – Untuk meraih keberhasilan mudah, penuhi syarat-syarat keberhasilan. Yakni, harus berusaha dan siap untuk berjuang.

“Berhasil itu mudah sepanjang dalam batas kemampuan manusia. Tapi tidak gratis, harus mau repot, penuhi syaratnya,” kata Group Chairman & CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo saat memberi arahan di Rakernas MNC Leasing 2017 yang berlangsung di MNC Financial Center, Jakarta, Jumat 9 Desember 2016.

Hary Tanoe melanjutkan, banyak orang yang ingin berhasil tapi tak mau memenuhi syarat-syaratnya. Padahal, keberhasilan tidak datang sendiri tanpa disertai kerja keras, militansi, kegigihan, progresif dan kualitas-kualitas lainnya. Namun, sebelum itu semua yang harus ditentukan adalah visi yang tepat.

Beda kondisi, lanjutnya, beda kualitas yang diperlukan. Namun, kecepatan adalah pengecualian, karena kecepatan dibutuhkan dalam berbagai situasi. Kecepatan adalah sebuah keharusan di tengah ketatnya persaingan dunia.

Speed adalah kualitas yang dibutuhkan dalam kondisi apa pun,” kata Hary Tanoe.

Kepada peserta Rakernas, Hary Tanoe berpesan untuk memberikan teladan bagi organisasi yang mereka pimpin sesuai posisi masing-masing. Membangun dengan memberikan teladan akan menghasilkan hasil yang maksimal.

“Dalam memimpin saya memberi contoh, paling kerja keras, disiplin, turun ke lapangan,” ujarnya.

Tiap hari Hary Tanoe mulai bekerja sejak pukul 04.00 WIB dah baru berhenti ketika dini hari. Tidak itu saja, dia juga selalu disiplin dalam penggunaan waktunya dan fokus pada produktivitas.

Selain itu, dia juga turun ke lapangan, karena untuk berhasil harus bekerja bersama-sama dan seorang pemimpin harus paham persoalan. Dia mencontohkan ketika kali pertama mengembangkan bisnis media, dia terus belajar dan belajar.

Dia pun belajar langsung ke berbagai negara untuk mempelajari industri media. Semua itu dilakukannya dengan ketekunan.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini