Pelaksanaan UN Akan Terus Diwarnai Kecurangan

Iradhatie Wurinanda, · Senin 12 Desember 2016 16:58 WIB
https: img.okezone.com content 2016 12 12 65 1564827 pelaksanaan-un-akan-terus-diwarnai-kecurangan-S6CVym4VOg.jpg Foto: Ilustrasi (Okezone)

JAKARTA – Kecurangan dalam ujian nasional (UN) terus terjadi, meski tak lagi menjadi penentu kelulusan. Alasannya, baik sekolah maupun siswa menganggap memperoleh nilai tinggi dalam UN menjadi prestise dan membuat kualitas sekolah dianggap unggul.

"Sepanjang UN dilaksanakan dari pusat ke daerah, maka sepanjang itu pula kebocoran soal terjadi, apalagi seiring perkembangan iptek. Siswa dari mencontek kunci jawaban di kertas sampai melalui handphone," ujar Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti di LBH Jakarta, Senin (12/12/2016).

Ia menyebut banyak guru yang tidak bangga akan hasil UN lantaran dalam prosesnya banyak terjadi ketidakjujuran. Sehingga, hasil UN yang direncanakan sebagai pemetaan pun tidak relevan karena masih ada praktik kecurangan dalam pengerjaannya.

Kecurangan dalam UN juga disampaikan oleh Dewan Pengawas FSGI Itje Chodidjah. Ia mengatakan, kenyataannya banyak sekolah membentuk tim yang bertugas menyukseskan anak didiknya dalam mengerjakan UN demi sebuah prestise.

"Jika UN masih ada maka keinginan Nawacita untuk perubahan karakter tidak akan tercapai karena terus dibayangi oleh kecurangan," sebutnya.

Itje menjelaskan, selain kecurangan UN juga membuat guru hanya memberi latihan soal kepada siswa. Padahal, latihan soal membuat siswa pandai menghafal, namun melatih daya berpikir kritis dan analisis peserta didik.

"Mata pelajaran yang tidak di-UN-kan menjadi anak tiri. Akhirnya mereka tidak dianggap penting. Ini perusakan secara sistemik," tukasnya. (afr)

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini