Kota Ini Nyaris Bebas dari Buta Aksara

ant, · Rabu 14 Desember 2016 17:42 WIB
https: img.okezone.com content 2016 12 14 65 1566580 kota-ini-nyaris-bebas-dari-buta-aksara-S4XNPq523C.jpg Ilustrasi : (Foto: Dok. Okezone)

BATAM – Dinas Pendidikan Kota Batam, Kepulauan Riau, menyatakan wilayahnya nyaris mencapai bebas buta aksara. Data itu berdasarkan survei terkini yang dilakukan pemerintah pusat.

"Angka buta aksara di sudah 0,01%. Batam nyaris bebas buta aksara. Rasanya Batam sudah bebas," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Muslim Bidin di Batam, seperti dilansir dari Antara, Rabu (14/12/2016).

Kota Batam bahkan pernah meraih penghargaan Widya Krama dari Kementerian Pendidikan pada 2013 karena berhasil menekan angka buta aksara.

Muslim mengatakan, buta aksara masih dialami masyarakat yang tinggal di pulau-pulau penyangga akibat keterbatasan akses pendidikan. "Buta aksara paling banyak di pulau," kata dia.

Buta aksara juga paling banyak dialami perempuan karena masih enggan menempuh jenjang pendidikan. Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Batam Hasyimah menuturkan, kebanyakan buta aksara tinggal di pulau.

"Umumnya orang-orang tua, kalau anak muda sudah bisa membaca semua, karena pemerintah terus menggencarkan pentingnya membaca dan menyelenggarakan gelar paket," jelasnya.

Dulu warga pulau kesulitan mengakses pendidikan dikarenakan kebanyakan sekolah berlokasi di pulau utama, dekat dengan kota, namun saat ini Hasyimah mengatakan sudah banyak sekolah yang berdiri di pulau.

Di tempat yang sama, Kepala Subdirektorat Pendidikan Keserataraan dan Pendidikan Berkelanjutan Kementerian Pendidikan Kastum mengatakan secara nasional lebih dari 60% buta aksara adalah perempuan.

Sementara pemerintah mencanangkan Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Marginal (GP3M) di Kota Batam untuk meningkatkan kapasitas perempuan.

Sejumlah faktor pendukung untuk pencanangan GP3M yang dilakukan di Batam yakni pendirian desa vokasi, penyelenggaraan paket A, B, dan C serta pemberian bantuan vokasi melalui PKK dan kecamatan.

Seluruh program itu diselenggarakan khusus untuk perempuan yang terpinggirkan. (afr)

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini