Pimpinan Uni Eropa Bahas Brexit Tanpa Dirinya, PM Inggris: Saya Pergi Sekarang

Rifa Nadia Nurfuadah, Okezone · Sabtu 17 Desember 2016 09:49 WIB
https: img.okezone.com content 2016 12 17 18 1569032 pimpinan-uni-eropa-bahas-brexit-tanpa-dirinya-pm-inggris-saya-pergi-sekarang-uE1LM9XtXh.jpg PM Inggris Theresa May tiba di Pertemuan Uni Eropa di Brussels, Belgia. (Foto: Reuters)

BRUSSELS - Pertemuan para pimpinan Uni Eropa di Brussel, Belgia, tiba-tiba hening. Mereka menolak membicarakan keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit) di depan Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May.

Akhirnya, May buka suara untuk mematahkan kecanggungan tersebut. "Sebaiknya saya pergi sekarang," ujar May kepada semua yang hadir dalam pertemuan, seperti dinukil dari Independent, Sabtu (17/12/2016).

Seorang saksi menyatakan, May mengambil sikap tersebut setelah berupaya mencapai kesepakatan kilat terkait hak-hak para warga Inggris di Uni Eropa pasca-Brexit, dan sebaliknya. Tak ayal, tekanan May membuat suasana jadi tidak enak. Pasalnya, seluruh negara Uni Eropa mendesak menggunakan hak untuk tidak menyertakan Inggris dalam pembahasan sikap mereka tentang Brexit.

"Ini adalah momen sulit bagi etiket diplomatik. PM May berkata, 'Sebaiknya saya pergi sekarang.' Ia ama sopan, tetapi juga terasa sedikit memalukan," ujar salah satu staf pimpinan Uni Eropa.

Insiden "pamit" ini terjadi setelah sebuah rekaman menunjukkan PM May yang baru tiba di pertemuan tersebut berdiri sendiri sementara para pimpinan Uni Eropa lainnya saling sapa dengan ramah. Ke-27 pimpinan Uni Eropa lainnya tersebut sedang mengadakan "diskusi informal" untuk membicarakan pendekatan negara masing-masing tentang Brexit tanpa PM May.

Setelah pembicaraan soal migrasi dan pengungsi Suriah selama lebih dari tiga jam, PM May membawa topik Brexit ke permukaan. Ia meminta para delegasi memberi keputusan terkait hak-hak warga Inggris dengan cepat.

"Ia mengajukan pertanyaan tentang hak warga Inggris yang tinggal di Eropa dan warga Eropa yang tinggal di Inggris dalam diskusi tersebut. Namun tidak ada yang merespons," ujar Perdana Menteri Irlandia, Enda Kenny.

Uni Eropa menolak membahas Brexit hingga penerapan pasal 50 aktif awal tahun depan dan Inggris memberikan jaminan terhadap hak-hak para warga Uni Eropa di negara tersebut. Tetapi PM May menolaknya dengan alasan hal tersebut tidak akan berpengaruh banyak terhadap nasib sekira satu juta ekspatriat Inggris di Uni Eropa.

Setelah PM May meninggalkan pertemuan untuk kembali ke Inggris, para pimpinan Uni Eropa pun membahas Brexit hanya selama sekira 20 menit. Presiden Konsil Eropa Donald Tusk menyatakan, para pimpinan Uni Eropa mengonfirmasi ulang prinsip-prinsip mereka tentang Brexit, termasuk soal keanggotaan pasar tunggal yang membutuhkan pergerakan warga Eropa dengan bebas.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini