Keluar dari 6 Organisasi Dunia, Kontribusi Indonesia Membesar

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Jum'at 23 Desember 2016 13:24 WIB
https: img.okezone.com content 2016 12 23 18 1574096 keluar-dari-6-organisasi-dunia-kontribusi-indonesia-membesar-KAd8EDmiuN.jpeg Jubir Kemlu RI, Arrmanatha Nasir (tengah). (Foto: Wikanto Arungbudoyo/Okezone)

JAKARTA - Indonesia berencana memangkas keanggotaan di 75 organisasi internasional. Akan tetapi, rencana tersebut masih berada dalam tahap pengkajian.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir menyampaikan, Indonesia pasti keluar dari enam organisasi internasional. Pria yang akrab disapa Pak Tata itu memastikan, keluarnya Indonesia tidak berpengaruh terhadap kampanye untuk menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.

"Tidak ada dampak terhadap rencana sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Indonesia malah bisa lebih fokus pada organisasi yang memberi manfaat yang konkret," kata Arrmanatha dalam press briefing mingguan di Kementerian Luar Negeri, Jumat (23/12/2016).

"Kontribusi Indonesia malah akan makin besar di organisasi internasional. Keanggotaan kita lebih efektif dan efisien di organisasi internasional," sambung Tata.

Pemangkasan keanggotaan tersebut sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo. Sekretaris Kabinet Pramono Anung menuturkan ada 112 keanggotaan yang bersifat strategis dan permanen sehingga patut dipertahankan. Ada pula 45 keanggotaan yang bersifat teknis yang juga diputuskan untuk tetap dilanjutkan dari 223 organisasi internasional di mana Indonesia terdaftar saat ini.

Usai rapat terbatas di Istana Negara pada Kamis 22 Desember 2016, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menyampaikan, rapat evaluasi keanggotaan organisasi internasional ini akan digelar pekan depan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto.

"Dalam evaluasi ini kita harus duduk dengan kementerian-kementerian terkait. Kita sudah duduk, tetapi tadi juga sudah diarahkan oleh bapak presiden dan akan dilakukan kembali pada level Menko," ujar mantan Duta Besar Indonesia untuk Belanda itu.

(Sil)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini