Paus Fransiskus: Pejabat Vatikan Penentang Reformasi Dirasuki Setan

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Jum'at 23 Desember 2016 16:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 12 23 18 1574298 paus-fransiskus-pejabat-vatikan-penentang-reformasi-dirasuki-setan-WkCXm6RK63.jpg Paus Fransiskus menyebut birokrat Vatikan penentang reformasi sedang dirasuki setan (Foto: Stefano Rellandini/Reuters)

VATIKAN – Paus Fransiskus mengkritik keras para pejabat Vatikan yang melawan reformasi birokrasi. Sri Paus menyebut perlawanan para pejabat itu mendapat inspirasi dari setan.

“Tidak adanya reaksi adalah pertanda kematian! Ada sejumlah kasus permufakatan jahat, yang bermunculan di pikiran sesat. Setanlah yang menginspirasi niat buruk tersebut,” ujar pria bernama asli Jorge Mario Bergoglio, seperti dimuat Russia Today, Jumat (23/12/2016).

“Reformasi ini tidak memiliki tujuan untuk membuat birokrasi Vatikan menjadi lebih indah. Itu tidak bisa dilakukan dengan semacam operasi pengencangan kulit (facelift), memakai riasan, atau operasi plastik untuk mempercantik ‘tubuh’ Vatikan yang sudah berusia lanjut,” sambung Sri Paus.

Ini adalah ketiga kalinya Paus Fransiskus menampar keras birokrat di Vatikan di tengah gencarnya upaya reformasi yang ia canangkan sejak 2013. Pria berusia 80 tahun itu mengingatkan bahwa reformasi akan mencakup segala bidang. Di saat bersamaan, reformasi membutuhkan perubahan sikap drastis dari para pejabat di Vatikan.

Inisiatif reformasi birokrasi tersebut mendapatkan perlawanan dari para birokrat. Paus Fransiskus beralasan, reformasi dibutuhkan agar Gereja Katolik lebih cocok dengan dunia sekarang. Pria asal Buenos Aires, Argentina, itu juga ingin melihat keragaman di kalangan umat Katolik dan ingin agar orang awam, termasuk perempuan, lebih terlibat dalam pengambilan keputusan di Vatikan.

Pada November 2016, empat pejabat Vatikan beraliran konservatif melakukan upaya untuk menentang ajaran Paus Fransiskus. Mereka menuduh Sri Paus menyebarkan kebingungan di kalangan umat Katolik. Sebab, sejak naik takhta pada 2013, Sri Paus telah menutup dan menggabungkan sejumlah departemen yang dianggap tidak efisien.

Skandal korupsi di lingkaran dalam Vatikan menjadi salah satu alasan mundurnya Paus Benediktus XVI pada 2013. Sejak itu, Paus Fransiskus memimpin reformasi birokrasi di negara terkecil di dunia tersebut. Salah satu yang mendapat pujian adalah transparansi keuangan Vatikan.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini