nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Lulusan Harvard Perjuangkan Pendidikan di Tengah Kemiskinan

Iradhatie Wurinanda, Jurnalis · Minggu 25 Desember 2016 18:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 12 24 65 1575087 cerita-lulusan-harvard-perjuangkan-pendidikan-di-tengah-kemiskinan-P5mHwdVXsv.jpg Two Rabbits bersama anak-anak di Kamerun. (Foto: Dok Two Rabbits)

JAKARTA – Empat lulusan Harvard University telah menginisiasi peningkatan mutu pendidikan prasekolah di berbagai negara. Tim yang terdiri atas Sarah Strader, Mary Pham, Kara Howard, dan Matt Owens itu kemudian membentuk organisasi yang diberi nama Two Rabbits dan menjalankan misinya di Kamerun serta Myanmar.

Guna melancarkan misinya, keempat lulusan tersebut melakukan aksi penggalangan dana dan berhasil memperoleh sebesar USD10 ribu. Uang tersebut digunakan untuk memperjuangkan pendidikan berkualitas di daerah yang identik dengan kemiskinan, diskriminasi, dan kekerasan.

Dalam kegiatan yang dilakukan, Two Rabbits menggunakan MP3 player dan fasilitator belajar dari masyarakat lokal. Pendidikan pun dikemas melalui pembelajaran, lagu, cerita, serta permainan.

"Ketika belajar menjadi menyenangkan, tidak monoton, dan menggunakan bahasa ibu, maka proses pembelajaran jadi tak terbatas," tutur salah satu alumnus, dilansir dari USA Today, Minggu (25/12/2016).

Di Kamerun, para lulusan kampus terbaik dunia ini berjuang membangun melek huruf, berhitung, dan keterampilan lainnya untuk anak-anak Baka. Hal itu dilakukan supaya anak-anak tersebut mampu melestarikan warisan budaya serta memperjuangkan hak-haknya atas rumah yang hilang akibat penebangan, pertambangan, dan perburuan.

Baka sendiri merupakan sebuah kelompok etnis yang tinggal di beberapa negara di Afrika Tengah. Tanpa bisa membaca atau bicara menggunakan bahasa Prancis, maka perjuangan kelompok Baka untuk melestarikan warisan leluhurnya akan sia-sia. Sedangkan bahasa Prancis menjadi salah satu bahasa resmi di Kamerun.

Selain Kamerun, misi Two Rabbits juga akan dilakukan di Myanmar selama dua minggu. Adapun tujuan dari aktivitas tersebut yakni untuk mewujudkan kebahagiaan, kesehatan, dan membentuk masyarakat yang berdaya, terutama sejak masa anak-anak. (ira)

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini