PM Jepang Shinzo Abe akan Napak Tilas ke Pearl Harbor

Senin 26 Desember 2016 13:33 WIB
https: img.okezone.com content 2016 12 26 18 1575867 pm-jepang-shinzo-abe-akan-napak-tilas-ke-pearl-harbor-UrYynD9yBW.jpg PM Jepang Shinzo Abe. (Foto: Reuters)

SALAH satu agenda PM Jepang Shinzo Abe di Amerika Serikat (AS) adalah mengunjungi pangkalan angkatan laut AS, Pearl Harbor. Agenda ini akan dikemas sebagai kunjungan rekonstruksi bersejarah pemimpin Jepang Shigeru Yoshida pada 1951. Kala itu, Yoshida menyambangi Pearl Harbor setelah mengaku kalah dalam Perang Dunia Kedua.

Agenda kunjungan Abe dijadwalkan pada Selasa 27 Desember. Nantinya, PM Jepang Shinzo Abe akan ditemani Presiden AS Barack Obama. Ketika mantan pemimpin Jepang Shigeru Yoshida melawat ke tempat itu enam tahun setelah mengaku kalah dalam Perang Dunia Kedua, Abe belumlah dilahirkan. Abe akan mengulangi kunjungan bersejarah Yoshida itu.

Yoshida dikenang karena menandatangani perjanjian perdamaian San Fransisco dengan Amerika dan beberapa negara lain tahun 1951, yang memperbolehkan Jepang kembali aktif di dunia internasional setelah kekalahannya dalam perang. Lawatan Yoshida – yang dilakukannya dalam perjalanan pulang dari San Fransisco – dibayangi perjanjian bersejarah itu.

Sejumlah tulisan dan foto bersejarah yang digali oleh kantor berita Associated Press merekonstruksi lawatan Yoshida, mulai dari niatnya meraih kembali kepercayaan Amerika hingga bagaimana ia baru merasa nyaman dengan kunjungan itu setelah melihat anjing milik komandan Angkatan Laut Amerika ketika itu.

Yoshida tiba di Pearl Harbor pada 12 September 1951, beberapa saat setelah mengajukan kunjungan kehormatan itu kepada kantor komandan armada Amerika di Pasifik – Laksamana Arthur W.R. Radford. Kantor yang mengawasi operasi Pearl Harbor itu menawarkan kunjungan langsung ke lokasi bekas serangan Jepang pada 7 Desember 1941.

Radford ingat bagaimana ia menilai Yoshida mungkin merasa tidak nyaman karena letak kantornya. "Saya hampir bisa melihat kehancuran Arizona" dari jendela, tulis Radford dalam buku memoarnya yang berjudul "Dari Pearl Harbor ke Vietnam", merujuk pada kapal-kapal tempur yang tenggelam dalam serangan itu.

Yoshida – yang telah mendapat pendidikan Barat dan lancar berbahasa Inggris – datang dengan mengenakan jas berwarna putih, mengenakan topi khasnya dan membawa tongkat, tetapi ia tampak kaku.

Anjing Radford yang memecahkan kekakuan itu. Anjing jenis Scottish Terrier yang berdiri di depan meja Radford berjalan perlahan-lahan ke arah Yoshida, mengendus sepatu dan pergelangan kaki Yoshida.

"Percakapan tentang anjing itu mewarnai sebagian besar lawatan tersebut," ujar Radford.

Yoshida adalah seorang pencinta anjing, dan sempat membawa anjing sebelum meninggalkan San Fransisco, ujar cucunya Taro Aso, yang kini menjabat sebagai menteri keuangan Jepang. Setelah lawatannya yang sukses itu, Yoshida memberi nama kedua pasang anjing itu "San" dan "Fran".

Beberapa tahun kemudian Yoshida mengatakan kepada istri Radford bahwa ia malu ketika berjalan menuju kantor Radford setelah melihat apa yang terjadi di Pearl Harbor, dan betapa gembiranya ketika melihat anjing itu bisa memecahkan kekakuan situasi ketika itu.

Sebuah foto arsip Angkatan Laut yang didapatkan Associated Press menunjukkan kedua tokoh berjabat tangan, dan dengan tersenyum Yoshida memandang ke arah Radford yang jauh lebih tinggi. Yoshida menghabiskan waktu sekira 20 menit di kantor Radford, demikian menurut laporan Associated Press pada 13 September 1951.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini