nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gaji Dipotong, Guru Honorer Lakukan Protes

ant, Jurnalis · Selasa 27 Desember 2016 17:37 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 12 27 65 1576799 gaji-dipotong-guru-honorer-lakukan-protes-cs4LArvQHW.jpg Foto: Ilustrasi Okezone

PEKANBARU – Sebanyak 438 guru tidak tetap (GTT) atau honorer di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru memprotes dilakukannya pemotongan gaji. Gaji mereka diketahui dipotong dari besaran Rp2.100.000 menjadi Rp1.750.000 sejak Juli 2016.

"Mana cukup untuk biaya hidup," kata salah satu guru SDN 16 Pekanbaru, Dewi Yulianora, di Pekanbaru, seperti dilansri dari Antara, Selasa (27/12/2016).

Dewi yang menyatakan sebagai GTT kategori dua (K2) ini sudah mengajar sejak 2004. Namun hingga kini, ia belum diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkot Pekanbaru.

Diperparah lagi sejak Juli 2016 Dewi dan rekan seprofesi harus menerima potongan gaji yang bervariasi, tergantung jenjang pendidikan. "Saya biasa terima gaji Rp2.100.000 per bulan. Sejak Juli dipotong, hanya mendapat Rp1.750.000 per bulan," terang Dewi.

Padahal, sebut dia, gaji tersebut sudah dipatok untuk kebutuhan biaya hidup dan anak sekolah serta keluarganya. "Kalau dipotong seperti ini, kami harus cari ke mana kurangnya," tegas dia.

Ia merinci besaran pemotongan untuk guru lulusan sarjana sebelumnya Rp2.100.000 menjadi Rp1.750.000. Honor lulusan D3 ini dipotong menjadi Rp1.650.000 dan SMA menjadi Rp1.500.00 per bulan.

"Makanya kami protes agar gaji kami 2017 dikembalikan ke nilai Rp2.100.000 per bulan,” katanya berharap.

Di tempat yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Pekanbaru Edwar Sanger membenarkan adanya pemotongan tersebut oleh Pemkot Pekanbaru karena menyesuaikan dengan regulasi yang ada.

Apalagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Pekanbaru 2017 sudah disahkan sehingga tidak mudah untuk mengubahnya. "Tentu yang tahu sebagai pengguna anggaran Pemkot ini adalah Sekdako," ucapnya.

Namun demikian, Edwar berjanji akan meminta Tim TAPD Pekanbaru bersama utusan para guru yang protes untuk membahas dan menyelesaikannya. "Kami berharap ada solusi terbaik," kata dia.

Ketika ditanya mengenai dasar apa Pemkot Pekanbaru melakukan pemotongan honor para guru, Edwar kembali menerangkan dikarenakan keuangan yang krisis.

Pasca-menurunnya penerimaan daerah dari berbagai sektor, DBH, DAU dan pajak membuat biaya yang harus ditalangi pemkot dan biaya pembangunan tidak tercukupi alias minus.

"Kan kemampuan keuangan kita yang kurang selama ini kan, saya rasa semua tahu lah begitu saya masuk jadi plt sudah begitu," tegas Edwar.

Namun demikian, sebut Edwar, hal ini masih bisa dibicarakan dengan baik. Siapa tahu ada perubahan keuangan tahun depan sehingga bisa direvisi. Walau yang pasti APBD 2017 sudah disahkan.

Sekadar diketahui, belakangan Pemkot Pekanbaru memutuskan melakukan pengurangan pembayaran gaji honor tenaga harian lepas yang bergantung pada Satuan Kerja Pekanbaru. Tujuannya untuk mencukupkan keuangan daerah yang menipis akibat tidak tercapainya penerimaan.

Hal ini dilakukan ketimbang merumahkan sebahagian besar THL yang dikhawatirkan berdampak negatif. Karena diharapkan tahun depan akan ada peningkatan pada penerimaan dan keuangan daerah. (afr)

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini