Image

Ratusan Umat Lintas Agama di Palu Gelar Doa Bersama

Agregasi Antara, Jurnalis · Rabu 28 Desember 2016, 13:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 12 28 340 1577389 ratusan-umat-lintas-agama-di-palu-gelar-doa-bersama-VSWsHSzHH1.jpg ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

PALU - Ratusan umat lintas agama menggelar doa bersama kepada sang pencipta agar bangsa Indonesia tetap utuh dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kegiatan yang dilaksanakan di halaman Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, di Kota Palu, Rabu (28/12/2016) itu dimulai pukul 07.00 Wita yang dipimpin oleh pemuka lima agama.

Doa bersama diawali Canda Karo Maha Thera mewakili agama Buddha, disusul I Made Wiranadi mewakili Agama Hindu, Pendeta Ari Sekeon mewakili agama Kristen Protestan, Bruder Willy Lengary mewakili Katholik dan H Nasrudin L Midu mewakili agama Islam.

Dalam doa bersama itu, selain meminta keutuhan NKRI kepada sang pencipta, juga memohon agar Tuhan memberikan kekutan dalam melawan cobaan demi cobaan yang dihadapi bangsa Indonesia, demi menjaga keutuhan NKRI.

"Ide dan gagasan ini dari Kakanwil Kementerian Agama Sulteng dan sangat kami apresiasi. Dari lima tahun saya menjabat gubernur di periode pertama, baru kali ini ada doa bersama dilakukan menjelang pergantian tahun dan Hari Amal Bhakti Kementerian Agama," kata Gubernur Sulteng Longki Djanggola.

Gubernur berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan setiap tahun. Bahkan untuk tahun berikutnya, dapat digelar di rumah jabatan gubernur saat mendekati hari pergantian tahun.

Negara lanjut Longki, tengah menghadapi berbagai ancaman disintegrasi, masalah politik, ekonomi, sosial dan budaya yang ujungnya kerap dikaitkan dengan masalah agama. Secara eksternal menurut dia, Indonesia dihadapkan dengan kekuatan poros dunia yang terus berupaya menanamkan pengaruhnya di dalam negeri.

"Karena itu, bangsa Indonesia harus kuat, mampu berdiri tegak di tengah badai. Melalui doa ini, kiranya Tuhan menanamkan di hati setiap warga Indonesia rasa saling mencintai, menghargai, rukun dan damai dalam keberagaman," ujarnya.

Sementara itu, Kakanwil Kementerian Agama Sulteng, Abdullah Latopada menyampaikan bahwa inisiatif itu dilakukan setelah melihat setiap pergantian tahun lebih banyak aktivitas hura-hura.

"Kenapa tidak kita isi dengan doa dan zikir, untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta," seru Abdullah.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini