Gedung RSUD Belum Selesai Tapi Mau Diresmikan, Ketua DPRD Ngamuk

Markus Yuwono, Sindoradio · Jum'at 30 Desember 2016 17:47 WIB
https: img.okezone.com content 2016 12 30 510 1579645 gedung-rsud-belum-selesai-tapi-mau-diresmikan-ketua-dprd-ngamuk-3bkaC8URd9.jpg Gedung Baru RSUD Wonosari (Foto: Markus/Sindo Radio)

YOGYAKARTA - Ketua DPRD Gunungkidul, Yogyakarta, Suharno mengamuk ketika dirinya dan Bupati Gunungkidul Badingah hendak meresmikan gedung baru RSUD Wonosari.

Suharno mengatakan, ia datang ke RSUD karena mendapatkan undangan untuk peresmian. Pihaknya pun sangat kaget ketika mengetahui kondisinya yang masih memprihatinkan. Mulai dari atap bocor, bau menyengat, dan beberapa bagian belum selesai dikerjakan tetapi sudah mau diresmikan.

"Melihat kondisi seperti ini saya kaget, untuk itu tadi meminta untuk tidak diresmikan terlebih dahulu. Gedung RSUD untuk pelayanan rakyat, kalau rakyat diabaikan ini sangat menyakitkan. Saya tadi sempat marah," katanya, Jumat (30/12/2016).

Ia pun lantas menghubungi Bupati yang kebetulan akan berangkat melakukan potong pita peresmian gedung baru unit radiologi di RSUD dengan anggaran Rp5,2 miliar, dan Pembangunan Intalasi Gawat Darurat RSUD dengan nilai Rp8,2 miliar.

"Saya tadi datang di dalamnya becek, air kaya kali dan baunya luar biasa, saya melarang bupati datang," ungkapnya.

Ke depan, pihaknya akan mengirimkan surat ke Bupati agar melakukan evaluasi terkait pembangunan gedung baru RSUD tersebut. Pihaknya pun akan rekomendasikan Komisi C untuk sidak.

"Kalau peresmian, gunting pita itu besoknya sudah bisa digunakan, lah ini diresmikan kok belum apa-apa. Jangan sampai hanya untuk pencitraan. Yang dulu bangsal anggrek diresmikan, sampai hari ini bangunannya belum sempurna," tandasnya

Dihubungi terpisah, Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, Gunungkidul Aris Suryanto mengatakan, pihaknya sebernarnya ingin memberikan penjelasan terhadap ketua DPRD Gunungkidul Suharno yang sempat marah terkait kondisi gedung baru tersebut.

"Tadi mau dijelaskan ketua DPRD tidak mau mendengarkan," katanya.

Menurut dia, tidak ada alasan peresmian gedung baru lalu bisa digunakan. Disinggung mengenai belum sempurnanya bangunan bernilai belasan milyar rupiah itu, dirinya selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) mengaku pembangunan gedung baru dengan 100 hari pengerjaan tidak mungkin selesai 100 persen.

Dia pun berdalih hujan yang hari ini mengguyur bisa menjadi uji bangunan, dan nantinya untuk diperbaiki. "Tidak mungkin selesai 100 persen, tinggal sedikit lagi untuk radiologi dan Klas III, sementara untuk IGD dua tahap. Untuk penyempurnaan dilakukan masa pemeliharaan 6 bulan," tandasnya.

Pihaknya menargetkan untuk IGD nantinya akan bisa digunakan pertengahan tahun 2017 mendatang.

Sementara, Kabag Humas Pemda Gunungkidul Agus Kamtono menyampaikan batalnya peresmian oleh bupati dan meminta Pejabat Sekda Supartono untuk datang, karena bangunan belum sempurna. "Tadi ibu (Badingah)'utusan' pak sekda meminta untuk diperbaiki sebelum diresmikan," katanya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini