Kapal Induk China Uji Coba Persenjataan di LCS

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Jum'at 06 Januari 2017 06:21 WIB
https: img.okezone.com content 2017 01 06 18 1584527 kapal-induk-china-uji-coba-persenjataan-di-lcs-2owCokaHTl.jpg Kapal Induk China Liaoning menguji coba persenjataan di LCS (Foto: Reuters)

BEIJING – China mengonfirmasi kabar bahwa Angkatan Laut (AL) mereka baru saja menerjunkan Kapal Induk Liaoning ke Laut China Selatan (LCS). Negeri Tirai Bambu mengklaim AL menguji coba persenjataan dan perlengkapan kapal induk serta melakukan penelitian ilmiah.

“Kapal Induk Liaoning melakukan penelitian ilmiah di Laut China Selatan dan melakukan latihan sesuai rencana. Tujuannya adalah menguji coba performa persenjataan dan perlengkapan,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang, seperti dimuat Russia Today, Jumat (6/1/2017).

Sebelumnya, Senin 2 Januari 2017 AL China mengumumkan kapal induk mereka mengadakan latihan di LCS, lengkap dengan jet tempur dan helikopter pada penghujung Desember 2016. Secara spesifik, jet tempur Liaoning J-15 melakukan latih terbang untuk menghadapi “kondisi sulit perairan”.

Meski Beijing menyebut latihan tersebut adalah latihan rutin, agenda tersembunyi di balik manuver tersebut membuat tetangga China ketar-ketir. Akhir Desember 2016, Taiwan mengeluhkan kehadiran Kapal Induk Liaoning beserta lima kapal perang yang berlayar dalam jarak 90 mil laut di selatan negara tersebut sebelum berlabuh di Pangkalan Militer Hainan.

China juga dilaporkan melakukan latihan menembak menggunakan kapal induk di dekat Semenanjung Korea. Armada kapal China turut terlihat melewati Kepulauan Okinawa dan Miyako, Jepang. Manuver tersebut memaksa Tokyo menerjunkan kapal laut dan pesawat patroli P3C untuk mengawal armada China itu.

China mengklaim sebagian besar wilayah di Laut China Selatan dengan melakukan reklamasi sejumlah kepulauan. Klaim tersebut tumpang tindih dengan wilayah kedaulatan negara lain yakni Filipina, Taiwan, Vietnam, Malaysia, dan Brunei Darussalam. China juga beberapa kali mengeluhkan kehadiran militer Amerika Serikat (AS) di wilayah tersebut. Washington mengaku manuver tersebut dilakukan untuk membuktikan kebebasan navigasi di LCS.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini