Image

Pancasila Dilecehkan, Pemerintah Diminta Tunggu Investigasi Australia

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at, 6 Januari 2017 - 20:13 WIB
foto: Illustrasi Okezone foto: Illustrasi Okezone

JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia (TNI) menghentikan sementara kerjasama militer dengan Australia. Hal itu terjadi setelah personel Kopassus menemukan suatu tampilan yang dianggap melecehkan Pancasila di sebuah Akademi Pasukan Khusus (SAS) Australia.

Menanggapi hal itu Direktur Eksekutif Imparsial, Al Araf, meminta pemerintah agar menahan diri dalam menyikapi kasus tersebut.

"Pemerintah sebaiknya menahan diri dulu dan tidak emosional karena janji pemerintah Australia menginvestigasinya sudah disampaikan ke publik," kata Al Araf dalam keterangannya, Jumat (6/1/2017).

Kata dia, dalam hal tersebut diperlukan adanya pendalaman investigasi terlebih dahulu oleh pemerintah tentang penghinaan Pancasila itu, namun jika memang benar penghinaan itu terjadi dengan ukuran investigasi yang objektif ‎tentu pemerintah harus bersikap tegas.

"Silakan saja pemerintah mengambil langkah sikap tegas terkait dengan pemutusan hubungan kerjasama pertahanan," sambungnya.

Menurutnya, jangan sampai terjadi kekeliruan dalam menilai penghinaan terhadap Pancasila itu sehingga menimbulkan reaksi yang berlebihan.

"Sebaiknya presiden mengambil sikap di depan untuk memerintahkan pada Menhan (Menteri Pertahanan) dan Panglima TNI untuk menunggu prosesnya dan tidak lagi merespons secara berlebihan," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming