nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Warga Serui Keluhkan Serangan Lalat Akibat Pembuangan Sampah

Agregasi Antara, Jurnalis · Jum'at 06 Januari 2017 15:44 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 01 06 340 1584971 warga-serui-keluhkan-serangan-lalat-akibat-pembuangan-sampah-s860Z9qxoE.jpg

SERUI - Sejumlah warga Kampung Aromarea, Distrik Kosiwo, Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, Provinsi Papua, mengeluhkan dampak pembuangan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang mengakibatkan lalat bertebangan di sekitar kampung tersebut hingga ke Kota Serui.

"TPA di Kampung Aromarea sudah tidak layak lagi namun masih digunakan, akibatnya pembuangan sampah menimbulkan bau tak sedap yang mengundang lalat biru menyebar ke sejumlah kampung hingga ke Kota Serui," kata Nikolas Bonay, salah satu warga Aromarea di Serui, Jumat (6/1/2017).

Nikolas mengatakan, lalat biru menyebar ke Kampung Aromarea, Sarawandori, Tatui, Aryepi, Panduame, Kamanap, Mariarotu termasuk Kota Serui. Padahal, kata dia, Distrik Kosiwo sendiri adalah salah satu tempat rekreasi warga Serui, warga yang datang dan berekreasi terganggu lalat biru yang hinggap di mana-mana.

Lanjut dia, lalat biru yang menyebar itu menghinggapi truk sampah serta kendaraan lainnya yang lalu lang ke kota maupun ke kampung-kampung di sepanjang Distrik Kosiwo.

"Kalau di Kota Serui, makanan yang ditaruh di atas meja lalu tidak ditutup maka lalat biru menghinggapi dan bertelur di atas makanan tersebut sehingga kita yang memakannya sakit perut," keluhnya.

Menurutnya, lokasi TPA yang baru sudah ada di antara Kampung Mariadei dan Kampung Sarawandori, jarak masuk dari jalan raya ke TPA baru itu sekitar lima kilometer, tetapi belum dimanfaatkan karena terkendala analisis dampak lingkungan (amdal) dan penolakan warga pemilik lahan.

"Dana untuk amdalnya belum ada tapi juga penolakan beberapa warga pemilik hak ulayat lahan TPA baru yang belum dibayar. Jalan sudah ada tetapi belum diaspal sehingga truk sampah stengah mati naik turun tanjakan ke TPA baru itu, dengan demikian TPA barunya belum pindah," katanya.

Dengan demikian, pembuangan sampah masih di TPA Kampung Aromarea. "Waktu bikin TPA sampah lama ini juga belum dibuatkan amdalnya sehingga menimbulkan bau tak sedap dan penyebaran lalat biru," ujarnya.

Ia menambahkan, warga sudah berulang kali mengeluhkan penyebaran lalat biru tersebut kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Yapen, namun hingga kini belum ada tindak lanjut baik terkait penyebaran lalat biru maupun pemidahan TPA sampah baru.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini