Image

Trump Akan Pajang Kembali Patung Winston Churchill yang Didepak Obama

Silviana Dharma, Jurnalis · Minggu, 8 Januari 2017 - 15:20 WIB
Patung kepala Winston Churchill hadiah dari Blair untuk Bush. (Foto: Getty Images) Patung kepala Winston Churchill hadiah dari Blair untuk Bush. (Foto: Getty Images)

WASHINGTON DC – Waktu pelantikan Donald Trump sebagai presiden ke-45 Amerika Serikat tinggal 12 hari lagi. Segera setelah membacakan sumpah jabatannya, miliarder New York itu bisa memboyong anggota keluarganya ke Gedung Putih.

Kepada awak media, dia mengaku tidak punya niat untuk merombak kediaman sekaligus kantor kepresidenan Negeri Paman Sam tersebut. Akan tetapi, dia tidak keberatan untuk membuat sedikit perubahan kecil di ruang kerjanya pribadi.

Seperti dinukil dari Metro, Minggu (8/1/2017), Trump berencana untuk memajang kembali patung kepala Perdana Menteri Inggris era Perang Dunia II, Winston Churchill. Seni pahat tersebut diungsikan Presiden Barack Obama pada 2009 karena dia lebih suka melihat patung Martin Luther King di Oval Office.

Mendiang PM Inggris era PD II, Winston Churchill. (Foto: PA)

“Saya pasti akan membawanya kembali ke sana. Sungguh,” ujar Trump ketika ditanya oleh New York Times beberap waktu lalu.

Patung Churchill yang dibicarakan di sini merupakan hadiah dari mantan PM Inggris, Tony Blair kepada mantan Presiden AS George Walker Bush. Ketika Obama naik, patung itu diganti dengan tokoh kulit hitam sekaligus aktivis Gerakan Hak Sipil di AS.

Tindakan Obama menggudangkan Churchill sempat membuat publik di Inggris geram. Boris Johnson yang kini menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Inggris Raya mengganggapnya sebagai penghinaan. Bahkan, dia menuduh leluhur ayah Sasha dan Malia adalah pembenci Kerajaan Inggris.

(Sil)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming