Image

TNI Kodim Pangkalan Bun Jaga Taman Nasional dari Pencurian Binatang dan Pembalakan Liar

Sigit Dzakwan, Jurnalis · Senin, 9 Januari 2017 - 13:25 WIB
Prajurit TNI Kodim 1014, Pangkalan BUN tengah berinteraksi dengan orangutan (Foto: Sigit Dzakwan) Prajurit TNI Kodim 1014, Pangkalan BUN tengah berinteraksi dengan orangutan (Foto: Sigit Dzakwan)

KOTAWARINGIN BARAT - Selama ini tugas prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) adalah menjaga keutuhan negara dari berbagai ancaman. Namun, prajurit TNI dari Kodim 1014, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) memiliki tugas tambahan.

Tugas tersebut adalah menjaga Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP). Taman nasional tersebut namanya sudah mendunia dan dihuni primata orangutan dan sejumlah satwa dilindungi lainnya.

"Prajurit TNI juga harus turut melestarikan lingkungan dan meminimalisir kepunahan binatang dilindungi di antaranya Orangutan dan buaya. Sebab seringkali adanya laporan pencurian kayu dan perburuan satwa dilindungi di TNTP," ujar Komandan Kodim 1014, Pangkalan Bun, Letkol Inf Wisnu Kurniawan di ruang kerjanya, Senin (9/1/2017).

Tanjung Puting merupakan cagar alam dan suaka margasatwa yang ditetapkan oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1937. Selanjutnya berdasarkan SK Menteri Kehutanan Nomor 687/Kpts-II/1996 tanggal 25 Oktober 1996, Tanjung Puting ditunjuk sebagai Taman Nasional dengan luas seluruhnya 415.040 hektare.

"Wilayah yang diamankan cukup luas, jadi prajurit TNI dibantu polisi hutan, LSM serta warga setempat," tutur Wisnu.

Saat berpatroli, tak jarang prajurit TNI sering bertemu dengan orangutan atau buaya. Selain memantau keberlangsungan hewa-hewan di TNTP, para prajurit juga menyisir seluruh wilayah hutan guna menekan adanya aksi pembalakan liar. (ran)

(ris)

  • TAG :

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming