Abah Endin, Si Peracik Miras Oplosan Maut Ternyata juga Tewas

Agregasi Sindonews.com, · Senin 09 Januari 2017 15:54 WIB
https: img.okezone.com content 2017 01 09 525 1586878 abah-endin-si-peracik-miras-oplosan-maut-ternyata-juga-tewas-10Ye5ShJR1.jpg ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

KARAWANG - Abah Endin (38), sang peracik miras oplosan maut yang menewaskan dua pelajar SMP di Karawang ternyata ikut tewas.

Sebelumnya, Abah Endin masuk dalam Daftar Pecarian Orang (DPO) polisi karena dianggap sebagai orang yang paling bertanggungjawab atas tewasnya tiga pelajar tersebut.

"Iya betul DPO kita sudah meninggal juga karena minuman itu dia meninggal di rumah temannya di Bogor Jumat 3 Januari 2017 lalu. Tapi dari hasil pemeriksaan kita minuman yang dikonsumsi bukan miras jenis ciu namun metanol," kata Kapolsek Kota Baru, Ipda Asep Nugraha, Senin (9/1/2017).

Menurut Asep, berdasarkan keterangan saksi-saksi diketahui Abah Endin ikut meminum minuman Metanol yang dioplos dengan obat batuk itu.

Kemudian sebelum acara pesta miras itu selesai Abah Endin pamit pulang yang ternyata langsung pergi ke rumah temannya di Bogor. Di rumah temannya itu Abah Endin tewas akibat over dosis minuman.

"Kita dapat informasi dari pihak keluarga kalau Abah Endin tewas di Bogor. Mendapat informasi ini kita segera menindaklanjuti dan ternyata memang benar dia tewas," katanya.

Asep juga mengatakan jika para pelajar yang tewas tersebut merupakan siswa yang telah putus sekolah. Saat pesta miras tersebut diketahui jenis minumannya merupakan metanol yang bisa dibeli di setiap toko kimia farma. Polisi mengaku dengan tewasnya Abah Endin polisi sulit melakukan pengembangan kasus.

"Barang buktinya merupakan zat metanol yang di opolos, dan itu bisa dibeli dimana saja. Jadi kita kesulitan untuk menindaklanjuti," katanya.

Dengan meninggalnya Abah Endin, pihak kepolisian menyatakan menghentikan perkara ini dan dianggap selesai. Alasannya, selain karena Abah Endin sudah meninggal pihak keluarga korban juga sudah membuat pernyataan tidak akan meminta tanggung jawab terhadap siapapun atas kejadian ini.

"Dengan adanya pernyataan ini kita dari kepolisian tidak bisa memaksa untuk melanjutkan dan menganggap ini sudah selesai," katanya.

Sebelumnya lima orang pelajar SMP ditemukan over dosis usai pesta miras di depan salah warung di Desa Pucung Kecamatan Kota Baru. Dua orang tewas dan 3 orang lainnya dirawat di rumah sakit akibat pesta miras oplosan tersebut.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini