nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nasib Guru Honorer yang Diangkat Kepala Sekolah Memprihatinkan

Iradhatie Wurinanda, Jurnalis · Rabu 11 Januari 2017 12:08 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 01 11 65 1588579 nasib-guru-honorer-yang-diangkat-kepala-sekolah-memprihatinkan-Sj4wJ5hXby.jpg Foto: Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Distribusi guru yang tidak merata menyebabkan sejumlah sekolah kekurangan guru. Alhasil, kepala sekolah terpaksa mengangkat guru honorer agar mampu menutup kekurangan pengajar, dan proses pembelajaran siswa tak terganggu.

Sayangnya, guru honorer yang diangkat oleh kepala sekolah tersebut statusnya tidak jelas. Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia (IGI), Muhammad Ramli Rahim mengatakan, mereka tak dihargai, dan mendapat honor yang sangat rendah.

"Pemerintah telah abai dan sama sekali tidak memanusiakan guru. Ketika butuh, mereka diangkat oleh kepala sekolah, Namun, ketika mereka yang diangkat oleh kepala sekolah ini meminta NUPTK, pemerintah enggan memberi," tuturnya dalam siaran pers yang diterima Okezone, Rabu (11/1/2016).

Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK), kata dia, hanya didapatkan oleh guru yang diangkat oleh bupati/wali kota. Untuk itu, Ramli mengungkapkan, pemerintah harus bersikap tegas menghapuskan pengangkatan guru oleh kepala sekolah yang jelas sangat tidak jelas.

"Ketegasan pemerintah ini diperlukan agar dapat memperjelas, berapa sesungguhnya kebutuhan guru di Indonesia sekaligus memastikan bahwa tak ada lagi guru yang tak dimanusiakan dan dibayar dengan upah murah dan jauh dari kata layak," paparnya.

Sementara itu, belakangan ini terus terjadi masalah terkait guru honorer. Di Kabupaten Biak misalnya, sebanyak 263 tenaga guru kontrak diberhentikan sepihak oleh Pemerintah Kabupaten. Hal ini menimbulkan aksi protes oleh para guru honorer tersebut.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini