Image

Jokowi Minta TNI Bangun Pertahanan Negara yang Kokoh

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Kamis, 12 Januari 2017 - 14:49 WIB
Presiden Joko Widodo (foto: Okezone) Presiden Joko Widodo (foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menggelar rapat terbatas (Ratas) dengan topik sinkronisasi gelar pasukan TNI dengan pembangunan di kantornya, Kamis (12/1/2017).

Jokowi berharap, TNI mampu membangun pertahanan dan kemanan yang kokoh guna menjaga kaudaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurut dia, pembangunan ketahanan oleh prajurit TNI adalah keharusan yang mutlak bagi Negara Indonesia.

"Pasukan TNI merupakan keharusan untuk membangun postur ketahanan negara yang kuat dan pertahanan negara yang kokoh untuk mengatasi semua ancaman terhadap kedaulatan negara kita," kata Jokowi di Kantornya, Kamis (12/1/2017).

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut menjelaskan, TNI harus menempatkan prajuritnya di titik-titik terluar wilayah NKRI. Jokowi menilai, saat ini TNI masih minim dalam menempatkan dan menggelar pasukannya di wilayah perbatasan NKRI.

"‎Sebagai negara kepulauan dan letak geografisnya yang sangat luas saya melihat saat ini penempatan gelar pasukan TNI di titik paling utara sebelah timur, di titik utara sebelah barat, dititik selatan bagian timur, ‎dan dititik selatan bagian barat masih kurang," jelas Jokowi.

Ia menambahkan, bahwa wilayah perbatasan sangat berpotensial ‎dalam mengerakkan perekonomian Indonesia. Karena itu, prajurit TNI diimbau untuk merubah pradigma pembangunan yang tidak bersifat Jawasentris.

"‎Padahal titik tersebut bukan hanya wilayah terluar dan terdepan dari NKRI tapi juga wilayah-wilayah yang sangat potensial untuk tumbuh dan wilayah penggerak ekonomi nasional dan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi nasional," tukasnya.

Adapun para menteri yang hadir dalam ratas yang digelar sekira pukul 14.00 WIB itu adalah Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Asman Abnur, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro.

Selain itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto serta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming