Image

Mendagri: Pemecatan Bupati Katingan Tunggu Pemakzulan DPRD

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis, 12 Januari 2017 - 16:47 WIB
Mendagri, Tjahjo Kumolo (foto: Okezone) Mendagri, Tjahjo Kumolo (foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menjelaskan pihaknya tidak bisa memecat Bupati Katingan Achmad Yantenglie yang tertimpa kasus asusila. Karena ancaman hukuman orang nomor satu di Kaltingan itu kurang dari lima tahun, walaupun sudah berstatus tersangka.

“Kami tidak bisa memberhentikan pejabat daerah, apabila dia tersangkut masalah hukum, tetapi ancaman hukumannya kurang dari lima tahun,” kata Tjahjo saat ditemui di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Kamis (12/1/2017).

Menurutnya, salah satu cara untuk memberhentikan jabatan Achmad Yantenglie dari bupati dengan cara pemakzulan yang dilakukan DRPD Kabupaten Kalitingan. Kemendagri, sambungnya, hanya menunggu parlemen daerah tersebut untuk memakzulkan dia. "Kami hanya tunggu keputusan dari DPRD saja,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, apabila dari DPRD sudah keluar keputusan DPRD melalui paripurna, maka pihaknya akan segera mengeluarkan surat pemberhentian kepada Bupati Kaltingan.

“Kalau DPRD sudah memutuskan lewat paripurna, baru kami akan keluarkan surat pemberhentiannya,” tandasnya.

Sebelumnya, Kamis 5 Januari 2017 dini hari Bupati Katingan Ahmad Yantenglie dan selingkuhannya berinisial FY yang merupakan istri polisi, Aipda SH kepergok oleh SH ditemui di dalam rumah kontrakan. Saat ditemukan mereka dalam kondisi tanpa busana. Dan hingga kini Ahmad Yantenglie masih menjabat sebagai orang nomor satu di Katingan.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming