Image

Polisi Siap Amankan Demo BEM Seluruh Indonesia di Depan Istana

Lina Fitria, Jurnalis · Kamis, 12 Januari 2017 - 05:13 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono (Foto: Okezone) Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono (Foto: Okezone)

JAKARTA - Polda Metro Jaya siap mengamankan jalannya Unjuk Rasa Bela Rakyat 121 yang bakal dilakukan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di depan Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (12/1/2017) sekira pukul 10.00 WIB. Diketahui, aksi tersebut tidak hanya digelar di Jakarta, tetapi serentak di 18 kota lainnya di seluruh Indonesia.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, sudah menerima pemberitahuan adanya aksi tersebut. Polda Metro Jaya pun telah menyiapkan personel untuk melakukan pengamanan.

"Untuk demo, pengamanan dari Polda pihaknya sudah menerima pemberitahuan dari koordinator aksi. Massa yang ikut tercatat berjumlah ribuan. Personel yang diturunkan cukup, kita seimbangkan dengan jumlah massa," ujarnya saat dikonfirmasi Okezone.

Menurut Argo, para personel kepolisian bakal ditempatkan di sejumlah titik. Terutama mereka akan difokuskan di depan Istana sebagai tempat massa berunjuk rasa.

"Masing-masing personel sudah ditempatkan di beberapa titik yang disediakan di depan Istana.  Selain di depan Istana kita juga akan fokuskan di DPR RI," ujarnya.

BEM yang berasal dari Jabodetabek dan Banten dikabarkan bakal berkumpul di Bundaran Hotel Indonesia (HI) sebelum menuju Istana Negara. Mereka menentang sejumlah kebijakan pemerintah, di antaranya terkait kenaikan harga BBM dan pajak surat-surat kendaraan.

Adapun tuntutan dan pernyataan sikap yang dibawa para mahasiswa adalah, 1. menolak dengan tegas PP No. 60 Tahun 2016 dan menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) untuk mencabut PP tersebut; 2. Menuntut Jokowi-JK untuk membuat kebijakan yang pro terhadap rakyat.

Kemudian, 3. Mengecam keras pemerintah dan jajarannya yang saling “cuci tangan” dengan kebijakan yang dibuatnya; 4. Menuntut pemerintah untuk transparansi dan sosialisasi dalam setiap menentukan suatu kebijakan; 5. Menolak kenaikan tarif listrik golongan 900VA dan mendesak dikembalikannya subsidi untuk tarif listrik golongan 900VA.

BEM SI berencana menggelar aksi di 19 wilayah Indonesia secara serentak. Berikut titik aksinya:

1. Aceh: DPRD Aceh dan DPRD Lhokseumawe.

2. Padang: DPRD Sumbar.

3. Riau: DPRD Riau.

4. Jambi: DPRD Jambi.

5. Palembang: DPRD Sumsel.

6. Bengkulu: Simpang Lima.

7. Lampung: Tugu Adipura.

8. Bangka Belitung: DPRD Babel.

9. Jakarta: Istana Negara.

10. Bandung: Gedung Sate/DPRD Jabar.

11. Yogyakarta: DPRD Yogyakarta.

12. Semarang: Kantor Gubernur.

13. Surabaya: DPRD Jatim dan Pemprov Jatim.

14. Samarinda: DPRD Kaltim.

15. Banjarmasin: DPRD Kalsel.

16. Pontianak: DPRD Kalbar/ Tugu Digulis.

17. Mataram: DPRD NTB.

18. Gorontalo: DPRD Provinsi dan Kabupaten Gorontalo.

19. Merauke: DPRD Papua.

(Ari)

  • TAG :

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming