Image

"Cari Uang Gampang", Komplotan Perampok Bacok Satpam SPBU

Lina Fitria, Jurnalis · Kamis, 12 Januari 2017 - 17:45 WIB

JAKARTA - Tim dari Subdit Direktorat Reserse Mobile (Resmob) di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya membekuk komplotan perampok spesialis Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Dari komplotan ini polisi menangkap tiga orang pelaku.

Mengungkapkan dari tiga pelaku yang ditangkap satu diantaranya merupakan kapten komplotan ditembak mati lantaran melawan saat ingin ditangkap. Pelaku atas nama SA alias Bulku yang merupakan eksekutor dilakukan tindakan tegas karena melawan, sementara SH sebagai joki mengendarai motor Satria FU.

Sedangkan yang membonceng Satu alias SL melakukan survei sehari sebelum dan saat akan melakukan perampokan.

Kepala Unit IV Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Teuku Arysa Khadafi menyampaikan pelaku berhasil membawa uang sejumlah Rp300 juta. 

Dari hasil interogasi para pelaku, komplotan ini sudah melakukan aksinya sebanyak tiga kali yaitu di Pantai Indah Kapuk, Jatiwarna dan Jatiasih. 

"Memang kelompok ini spesialis merampok SPBU," ujar Arsya di Mapolda Metro Jaya, Kamis (12/1/3017). 

Dari hasil kejahatannya para pelaku menghabiskannya uang tersebut untuk

berfoya-foya dan bersenang-senang. 

 [Baca Juga: Tiga Pembacok Satpam Diringkus, Dua Sisanya Masih Diburu]

"Jadi tiap orang dapat Rp 30 juta dan semua uangnya dihabiskan buat foya-foya. karena menurut mereka mendapatkan uang itu dengan mudah jadi mereka gampang lagi untuk mencarinya," paparnya.

Arsya menjelaskan modus perampokan ini dengan mengadang korban untuk mengantarkan uang hasil penjualan di SBPU ke bank. 

"Jadi salah satu dari mereka sebelumnya sehari atau dua hari sudah mengintai pom bensin tersebut. Terus mereka melihat situasi disana. Pas tahu orangnya itu-itu saja keesokannya mereka langsung melakukan aksinya," jelasnya. 

Dari hasil penangkapan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti golok yang dipakai saat melakukan kejahatan, sejumlah handphone, sepeda motor, perhiasan hasil kejahatan, baju, buku tabungan, dan sejumlah uang tunai hasil kejahatan.

Atas perbuatannya para pelaku dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan ancaman penjara selama sembilan tahun. (sym)

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming