Image

Pemeritah Harus Punya Terobosan untuk Datangkan Investor

Syaiful Islam, Jurnalis · Kamis, 12 Januari 2017 - 13:55 WIB
Ketum Perindo, Hary Tanoesoedibjo di Bangkalan (Foto: Syaiful/Okezone) Ketum Perindo, Hary Tanoesoedibjo di Bangkalan (Foto: Syaiful/Okezone)

BANGKALAN – Meskipun Jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dengan Madura sudah dibangun dan telah beroperasi sejak 2009, namun hingga kini investor belum banyak yang masuk ke Pulau Madura.

Bahkan, kawasan di jembatan suramadu tidak ubahnya seperti sebelum dibangun jembatan Suramadu. Artinya, belum ada pabrik atau industri yang masuk di kawasan tersebut. Sehingga ekonomi masyarakat Madura tidak ada kemajuan yang signifikan.

Hal tersebut pun mendapat perhatian dari Ketua Umum Perindo, Hary Tanoesoedibjo. Menurut Hary Tanoe, banyak faktor yang membuat masalah investasi berjalan lambat.

“Bukan hanya masalah perizinanan saja, saya rasa pemerintah telah mempermudah perizinan, tapi dananya yang terbatas. Masalah ekonomi sekarang lagi menurun, investasi juga menurun. Apalagi di luar negeri ekonomi juga turun,” terang Hary Tanoe saat di Bangkalan, Kamis (12/1/2017).

Saat ini, sambungnya, membuat para investor tengah konsentrasi di negara masing-masing. Sehingga, pemerintah harus mempunyai kiat-kiat khusus dan sebuah terobosan yang. Misalnya, kawasan tertentu diberikan kemudahan pajak.

“Intinya harus ada kiat-kiat dan terobosan yang tidak seperti biasanya untuk bisa mengundang investasi masuk ke Madura, termasuk di Bangkalan. Ke depan kalau Indonesia ingin maju, ya daerah yang harus dibangun seperti di Jatim, Madura, Gresik, Lamongan dan daerah lain,” paparnya.

Ia menambahkan, jika pilar-pilar ekonomi di Indonesia semakin banyak, maka ekonomi bangsa ini akan semakin kuat. Sehingga cita-cita untuk memakmurkan dan mensejahterakan masyarakat akan tercapai.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming