Image

Pendidikan Kunci SDM Berkualitas

ant, Jurnalis · Kamis, 12 Januari 2017 - 17:07 WIB
Ilustrasi : (Foto: Dok. Okezone) Ilustrasi : (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, mengingatkan bahwa pendidik di berbagai tingkat lembaga pendidikan merupakan kunci dalam membentuk sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang berkualitas.

Zulkifli Hasan dalam rilis yang diterima, Kamis (12/1/2017), menyebutkan pendidik adalah kunci untuk membentuk SDM Indonesia agar bisa memiliki daya saing yang tinggi baik di tingkat nasional maupun level global.

Ketua MPR juga telah menerima kedatangan delegasi sebanyak 14 anggota delegasi Ikatan Lintas Pegawai Perguruan Tinggi Negeri Baru (ILP-PTNB) yang dipimpin Ketua ILP-PTNB Fadillah Sabri di Gedung Nusantara III, Kompleks Gedung MPR/DPR /DPD, Rabu 11 Januari 2017. Delegasi ILP-PTNB menemui Ketua MPR RI Zulkifli Hasan terkait agenda tunggal penyampaian aspirasi tentang status kepegawaian.

Fadillah mengungkapkan bahwa kedatangan delegasi mewakili suara kepegawaian baik dosen maupun tenaga kependidikan dari 36 perguruan tinggi negeri baru se-Indonesia yang tergabung dalam ILP-PTNB.

Dia mengungkapkan, status kepegawaian para dosen menjadi tidak jelas setelah 36 perguruan tinggi diubah statusnya menjadi perguruan tinggi negeri.

Sebenarnya, pemerintah telah mengupayakan persoalan tersebut dengan dikeluarkan atau diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2016 dan Permenristekdikti Nomor 38 Tahun 2016. Namun nyatanya, persoalan status tersebut sampai saat ini dinilai tidak kunjung selesai, sehingga berimbas pada kinerja.

Merespons hal tersebut, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan memberikan perhatian serius terhadap masalah itu dan berharap pemerintah terutama kementerian terkait dapat menyelesaikan secepatnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi X DPR Fikri Faqih berharap kualitas pendidikan Indonesia di pada 2017 membaik, khususnya disampaikan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang memiliki tupoksi merumuskan kebijakan sedari dini, yaitu wajib belajar 12 tahun.

"Kemendikbud memiliki beban berat, karena di usia SD hingga SMA/SMK, adalah masa emas seorang siswa tersebut dididik," kata Fikri di Jakarta.

Dia mengatakan jika kualitas di level ini membaik, jenjang setelahnya yakni perguruan tinggi maupun di dunia kerja akan semakin mudah. Indikator keberhasilan Nawacita pun dapat tercermin pada level ini.(afr)

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming