Image

Siswa Diimbau Proaktif Laporkan Kekerasan di Sekolah

Agregasi Antara, Jurnalis · Kamis, 12 Januari 2017 - 17:01 WIB
Foto: Ilustrasi Okezone Foto: Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengimbau siswa proaktif melaporkan aksi kekerasan di sekolah agar kejadian tewasnya taruna junior Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Amirullah Adityas Putra (18) tidak terulang.

"Para siswa tidak hanya diam dalam kasus penganiayaan di STIP," kata Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai melalui keterangan pers di Jakarta, Kamis (12/1/2017).

Ia mengatakan pelajar harus melaporkan kepada pengelola sekolah maupun aparat hukum ketika terjadi dugaan penganiayaan yang dilakukan senior.

Ia juga menuturkan bila potensi kekerasan dilaporkan lebih awal kemungkinan timbul jatuh korban meninggal dunia dapat dicegah.

"Kejadian kekerasan di lingkungan sekolah sudah berulang kali terjadi. Selain diperlukan kepekaan dari tenaga pendidik bagi para siswa juga diminta tidak takut melaporkan potensi kekerasan di sekolahnya," ujarnya.

Ia juga mengharapkan saksi yang memiliki informasi kekerasan terhadap Amirullah dapat memberikan keterangan kepada kepolisian.

Kepada pihak sekolah juga diminta tidak menutupi kasus dan membuka akses bagi aparat kepolisian untuk mengusut kematian Amirullah.

Ia menyatakan polisi sudah mengantongi beberapa saksi yang juga taruna maupun pembina di STIP agar diberikan perlindungan sesuai ketentuan.

Ia juga mengapresiasi Menteri Perhubungan yang sudah turun langsung terkait kejadian tersebut dan menyerukan akan melindungi, serta merahasiakan identitas para saksi.

Sebelumnya, seorang taruna angkatan I STIP Amirullah Adityas Putra alias Amir (18) meninggal dunia diduga akibat dianiaya empat taruna seniornya pada Rabu 11 Januari dini hari. Polisi telah menetapkan empat taruna STIP tingkat dua sebagai tersangka yakni berinisial SM (19), WH (20), I (21) dan AR (19).

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming