Image

Jin, Senjata Rahasia China Hadapi Perang Nuklir dengan AS

Sindonews, Jurnalis · Jum'at, 13 Januari 2017 - 16:01 WIB
Kapal selam nuklir (SBBN) Tipe-094A Jin Class mampu membawa 12 rudal nuklir. (Foto: Popular Science) Kapal selam nuklir (SBBN) Tipe-094A Jin Class mampu membawa 12 rudal nuklir. (Foto: Popular Science)

BEIJING – China memiliki senjata rahasia baru untuk menghadapi kemungkinan perang nuklir dengan Amerika Serikat (AS). Senjata tersebut adalah sebuah kapal selam bernama “Jin” yang mampu membawa 12 rudal nuklir yang semuanya mampu menjangkau daratan AS.

Kapal selam nuklir (SBBN) Jin-class Type 094A memiliki bentuk khas yang membuatnya lebih aerodinamis di dalam air. Rudal-rudal nuklir yang dibawanya dikenal sebagai “big waves”, yang memiliki jangkauan tembak lebih dari 11 ribu km.

Kapal selam siluman yang dirahasiakan China ini pertama kali terlihat akhir tahun lalu. Kapal ini memiliki menara komando melengkung dan basis depan yang bersatu di dalam lambung kapal selam. Desain seperti ini memungkinkan kapal selam Jin mengurangi drag hidrodinamik.

Popular Science melaporkan kapal selam Type 094A juga memiliki berbagai sonar yang akan membuat lebih mudah untuk "mendengarkan" untuk ancaman dan menghindarinya.

”Rudal baru bisa mencapai hampir seluruh Amerika Serikat tanpa meninggalkan basis yang dipertahankan, Yulin Naval Base (pangkalan yang jadi tempat penampungan bawah tanah dan dermaga untuk kapal selam) di Hainan Island,” tulis situs itu dalam laporannya.

”Kemampuan kapal untuk mencapai target global sembari bersembunyi di perairan pesisir sangat dipertahankan secara signifikan akan meningkatkan kemampuan serangan kedua China (yaitu, kemampuan untuk meluncurkan serangan nuklir balasan bahkan setelah menderita akibat serangan konvensional atau nuklir yang menghancurkan),” lanjut laporan Popular Science, yang dikutip Jumat (13/1/2017).

Pemerintah maupun militer China tidak mengonfirmasi laporan perihal kapal selam siluman terbarunya itu. Beijing terus meningkatkan kemampun militernya setelah berseteru dengan AS dalam berbagai isu, termasuk krisis Laut China Selatan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming