Image

Introvert Bukan Halangan Studi di Luar Negeri

(Foto: Iradhatie Wurinanda/Okezone)

(Foto: Iradhatie Wurinanda/Okezone)

JAKARTA - Perbedaan budaya yang mencolok kerap membuat mahasiswa mengalami culture shock ketika kuliah di luar negeri. Hal tersebut semakin diperparah jika pelajar memiliki sifat introvert yang cenderung pemalu dan pendiam.

Seorang introvert, Heri Hermawan memceritakan, sempat mengalami culture shock ketika kuliah S-2 di Amerika Serikat (AS). Di kelas, dia merasa berat untuk mengemukakan pendapat. Sedangkan mata kuliah yang diambil banyak menerapkan diskusi.

"Awal kuliah di sana sangat berat. Saya kemudian menemui profesor untuk menceritakan kondisi dan kesulitan yang saya alami," ujarnya ditemui di Yello Hotel, Jakarta, baru-baru ini.

Beruntung, profesornya sangat pengertian. Alumnus School of Forestry and Engineering Studies, Yale University ini pun diminta memanfaatkan kuliah sebagai ajang untuk berbicara di depan umum.

"Dia mendorong saya, meski tahu bahwa saya ini introvert. Jadi kuliah adalah kesempatan saya untuk bicara," ucap Heri.

Setelah terbiasa, sifat introvert kemudian tak menjadi kendala baginya dalam menempuh studi dan riset. Hal tersebut juga dialami oleh mahasiswa asal Indonesia lainnya, Erly Mariana.

"Saya ini juga introvert, mau bicara saja susah. Untung profesor saya meluangkan waktu untuk bisa bertemu di ruangannya. Dengan begitu saya leluasa ingin bertanya berbagai hal," tuturnya.

Menurut wanita asal Kupang ini, hal yang paling membantu ketika kuliah di AS adalah tidak ada gap antara mahasiswa dengan dosen atau profesor. "Mereka terbuka dan menghargai itu. Mahasiswa bisa leluasa menemui profesor, tidak ada gap," tandasnya.

(sus)
Live Streaming
Logo