Image

450 Penumpang Tewas Sepanjang 2016, Sri Lanka Perketat Regulasi Bajaj

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Sabtu, 14 Januari 2017 - 09:02 WIB
Sri Lanka berlakukan peraturan ketat terhadap operasional bajaj (Foto: Ishara Kodikara/AFP) Sri Lanka berlakukan peraturan ketat terhadap operasional bajaj (Foto: Ishara Kodikara/AFP)

KOLOMBO – Pemerintah Sri Lanka memberlakukan peraturan baru yang lebih ketat terhadap sekira satu juta unit tuk-tuk atau yang dikenal sebagai bajaj di Jakarta, Indonesia. Regulasi tersebut diterbitkan setelah kecelakaan yang melibatkan tuk-tuk di jalan raya menelan 450 jiwa pada 2016.

Kementerian Perhubungan mewajibkan seluruh tuk-tuk memiliki lampu depan dan belakang. Para sopir juga dilarang untuk merokok selama membawa penumpang ke tempat tujuan. Setiap bajaj tersebut juga harus dilengkapi dengan argometer dan mencetak struk bagi para penumpang.

Seperti dimuat Channel News Asia, Sabtu (14/1/2017), para pemilik tuk-tuk turut diwajibkan memasang wiper elektrik serta lampu di dalam kabin. Polisi memperkirakan 3.000 orang tewas di jalan raya sepanjang 2016. Sebanyak 15% di antaranya atau sedikitnya 450 orang adalah penumpang tuk-tuk atau bajaj. Sedikitnya 100 ribu orang mengalami luka serius akibat kecelakaan di jalan raya pada periode yang sama.

Langkah pencegahan juga dilakukan oleh pemerintah dengan menaikkan denda bukti pelanggaran (tilang) pada Desember 2016. Para pengendara nakal kini harus membayar denda sebesar USD166 (setara Rp2,2 juta) dari denda yang awalnya sebesar USD4 atau setara Rp55 ribu.

Mayoritas pengendara dan tuk-tuk atau bajaj di Sri Lanka berasal dari negara tetangga mereka, India. Seperti halnya kondisi para sopir, kondisi tuk-tuk atau bajaj yang beroperasi di jalanan Sri Lanka amat memprihatinkan atau tidak laik jalan serta tidak memenuhi standar keselamatan.

(war)

  • TAG :

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming