nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

SAD Mandi Angin Tak Terkait Penyerangan Polsek Nibung

Era Neizma Wedya, Jurnalis · Minggu 22 Januari 2017 04:27 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 01 22 340 1597729 sad-mandi-angin-tak-terkait-penyerangan-polsek-nibung-Wewj8idVlL.jpg

MURATARA - Pasca terjadinya penyerangan terhadap Mapolsek Nibung yang mengatasnamakan berasal dari suku anak dalam (SAD) tadi sebanyak delapan orang Suku Anak Dalam (SAD) yang mewakili seluruh suku anak dalam dari Desa Mandi Angin, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara didampingi langsung oleh Kapolsek Rawas Ilir Iptu Fajri Anbiya, pihak Koramil Rawas Ilir, sekdes dan BPD Desa Mandi Angin mendatangi kantor Bupati Muratara. 

Kedatangan mereka, diketuai oleh Raksa Ketua Adat SAD yang menyatakan bahwa ingin mengklarifikasi pihak mereka tidak ada ikut campur dalam aksi penyerangan ke Mapolsek Nibung pada Rabu 18 Januari 2017.

”Kejadian perusakan yang kemarin di Polsek Nibung, kami tegaskan itu bukan rombongan dan bagian dari kami Suku Anak Dalam, kami adalah kami mereka ya mereka, kami tidak terlibat atas kejadian kemarin,” ungkap dia, Sabtu 21 Januari 2017.

Sementara itu, Bustomi, Tetua Adat SAD Rawas Ilir mengungkapkan bahwa pihaknya tidak pernah berbuat anarkis seperti itu.

”Kami selaku Suku Anak Dalam tidak pernah melakukan aksi brutal, justru kami selalu mengalah, sayangnya akibat mereka nama Suku Anak Dalam jadi dikambinghitamkan," papar Bustomi.

Selama ini pihaknya sudah lama menjalin hubungan yang baik dengan pihak kepolisian. Hal ini dikarenakan polsek dimana mereka tinggal selalu berkunjung untuk memberikan bantuan tenaga pengajar dan pendidikan bagi anak-anak Suku Anak Dalam. Bahkan baru-baru ini Kapolres langsung yang datang ke tempat mereka memberikan bantuan.

”Kami tidak mungkin merusak kantor Polsek, malah kami terimakasih karena bapak Kapolres dan Kapolsek sudah datang berkunjung dan memberikan bantuan makanan dan bantuan belajar bagi anak-anak kami,” katanya.

Kapolres Musi Rawas AKBP Hari Brata Melalui kapolsek Rawas Ilir Iptu Fajri Anbiyaa membenarkan bahwa pihak SAD sempat datangi polsek Rawas Ilir dan meminta untuk diantarkan ke kantor bupati untuk memberikan klarifikasi tersebut.

”Kami dari polsek selalu menjaga hubungan komunikasi dengan sanak-sanak dari Suku Anak Dalam, bahkan mereka ini siap untuk membantu melindungi kantor polsek kami jika terjadi sesuatu,” pungkasnya. (sym)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini