Share

China Klaim Kebijakan Dua Anak Sukses Besar

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Senin 23 Januari 2017 12:08 WIB
https: img.okezone.com content 2017 01 23 18 1598392 china-klaim-kebijakan-dua-anak-sukses-besar-jaosOhrUZ3.jpg Kebijakan dua anak satu keluarga meningkatkan angka kelahiran bayi secara drastis (Foto: Natalia Milko/Shutterstock)

BEIJING – China memutuskan untuk mengakhiri kebijakan satu anak satu keluarga pada Oktober 2015 serta memperkenalkan kebijakan dua anak. Namun, kebijakan tersebut baru efektif berlaku sejak Januari 2016. Negeri Tirai Bambu mengklaim kebijakan dua anak satu keluarga itu menuai sukses besar.

Angka kelahiran bayi meningkat ke posisi tertinggi sejak 2000. Anggota Komite Kesehatan Nasional dan Keluarga Berencana China, Yang Wenzhuang, mengatakan sebanyak 17,86 juta bayi lahir sepanjang 2016 atau meningkat 1,4 juta dibandingkan rata-rata pada periode 2011–2015.

“Sementara total perempuan dalam usia subur menurun jadi 5 juta orang, jumlah kelahiran meningkat drastis. Ini menunjukkan bahwa penyesuaian kebijakan keluarga berencana sangat tepat waktu dan efektif,” tutur Yang, seperti diwartakan Reuters, Senin (23/1/2017).

Penghapusan kebijakan satu anak satu keluarga yang diberlakukan sejak 1979 didasarkan kepada semakin menuanya populasi di China. Kalangan ahli demografi dan sosiologi khawatir menurunnya jumlah penduduk berusia produktif dapat berakibat melambatnya pertumbuhan ekonomi.

Yang memperkirakan jumlah perempuan dalam usia subur akan menurun sebanyak 5 juta orang pada periode 2016–2020. Akan tetapi dalam rentang waktu yang sama, Negeri Panda berharap dapat meningkatkan angka kelahiran bayi sekira 17–20 juta per tahun.

Pemerintah China telah membuat ketentuan untuk meningkatkan jumlah staf medis dan tempat tidur di rumah sakit guna menangani peningkatan jumlah kelahiran bayi. Beijing berharap total penduduk meningkat menjadi 1,42 miliar pada akhir dekade 2010 atau naik dari 1,37 miliar pada pengujung 2015.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini