nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wabup Muratara Ngamuk Marahi Warga yang Bakar Kantor Perusahaan Sawit

Era Neizma Wedya, Jurnalis · Senin 23 Januari 2017 14:50 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 01 23 340 1598641 wabup-muratara-ngamuk-marahi-warga-yang-bakar-kantor-perusahaan-sawit-hqCCCUFOZi.jpg Wabup Muratara, Devi Suhartoni marah kepada warganya (Foto: Era/SindoTv)

MURATARA - Belum habis ingatan pengrusakan Mapolsek Nibung oleh seratusan warga Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Tibung, Kabupaten Musrawas Utara (Muratara). Kini, para warga yang marah karena menganggap tanahnya diambil perusahan kelapa sawit geram bukan kepalang.

Proses mediasi yang gagal membuat warga secara beringas melakukan pembakaran pos dan kantor milik PT Lonsum, perusahan kelapa sawit yang dimaksud. Aksi anarkis warga tersebut membuat Wakil Bupati Muratara, H Devi Suhartoni geram. Pasalnya, sebelum aksi tersebut, dirinya telah berulang kali mengingatkan kepada masyarakat dalam melakukan aksi untuk tidak berbuat arogan dan anarkis.

Sayangnya, apa yang disampaikan Wakil Bupati sepertinya tidak diindahkan hingga membuatkan pengeruskan terhadap Mapolsek dan kantor PT Lonsum. Akibat dari aksi yang frontal itu, setidaknya 37 warga Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Nibung, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) diamankan polisi, bahkan enam diantaranya perempuan. Mereka diduga melakukan pengerusakan Mapolsek Nibung dan melakukan aksi pembakaran terhadap kantor PT Lonsum.

"Ini merupakan suatu pembelajaran bagi mereka, tidak ada orang yang bisa melawan hukum, dan negara tidak bisa diinjak-injak martabatnya, sebagai pemerintah daerah tentunya menegakkan aturan demikian juga dengan aparat kepolisian," ungkap Devi di hadapan warga yang diamankan petugas.

Ditambahkan Devi, malam sebelum kejadian, dirinya sudah meminta kepada Kepala Desa (Kades) dan Sekretaris Desa (Sekdes) mendinginkan suasana. "Ketika negara ini diganggu, ketika negera ini dilecehkan, maka akan berhadapan dengan hukum. Kepada Sekdes jika tidak bisa membina masyarakat berhenti menjadi Sekdes demikian dengan Kades," tegas Devi.

"Haram bagi kami memakan uang Lonsum, kafir bagi kami jika tidak melindungi rakyat. Berhentilah bertindak anarkis, kalau ada masalah tentunya kita urus dan kita selesaikan tidak mesti dengan cara anarkis. Kalian harus mendengarkan pemerintah, Muratara sudah ada," geram Devi.

Sementara itu, Anggota DPRD Muratara, Amri Sudaryono menyesalkan aksi tersebut, menurut dia penyampaian aspirasi sejatinya tidak dilarang UU, namun, jika aksi tersebut menjurus ke anarkis, maka hal tersebutlah yang dilarang.

"Yakinlah kalau kalian tidak bersalah polisi akan mengeluarkan kalian, jika bersalah tentunya akan ditahan. Saya minta kepada warga yang ditangkap untuk patuh dengan aparat. Dan DPR akan memerjuangkan apa yang menjadi hak rakyat. Ini akan jadi pelajaran kedepan, jangan anarkis karena Muratara sudah masuk zona merah," ucapnya.

Ungkap serupa juga disampaikan, Anggota DPRD Muratara, Herwansyah. Menurut dia, selaku wakil rakyat dirinya telah memperjuangkan apa yang menjadi tuntutan rakyat. "Silahkan jika ingin menyampaikan aspirasi namun jangan anarkis," jelasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini