nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

37 Warga Muratara Jadi Tersangka Aksi Huru-hara & Perusakan Kantor Polisi

Era Neizma Wedya, Sindo TV · Jum'at 27 Januari 2017 14:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 01 27 340 1602570 37-warga-muratara-jadi-tersangka-aksi-huru-hara-perusakan-kantor-polisi-u6O0IgMan7.jpg Aksi huru-hara di Muratara membuat 37 warga jadi tersangka (Foto: Era/Okezone)

MUSI RAWAS - Polres Musi Rawas (Mura) akhirnya menetapkan 37 orang tersangka perusakan Mapolsek Nibung, serta pembakaran kantor dan pos security perusahaan sawit PT London Sumatera (Lonsum), Sei-Kepahiang Estate di Desa Tebing Tinggi Kecamatan Nibung Kabupaten Muratara.

Kapolres Mura, AKBP Hari Brata didampingi Kasat Reskrim, AKP Satria Dwi Dharma menegaskan, penetapan 37 orang tersangka berdasarkan hasil pemeriksaan intensif yang dilakukan penyidik. Masing-masing tersangka memiliki peran seperti bersama-sama melakukan perusakan Mapolsek Nibung dan pembakaran di pos satpam dan kantor perusahaan sawit. Mereka dijerat Pasal 170 KUHP dengan ancaman lima tahun delapan bulan penjara, serta Pasal 187 KUHP terkait pembakaran kantor perusahaan sawit dengan ancaman 12 tahun penjara.

"37 orang tersangka terdiri 20 orang (terlibat) perusakan Mapolsek Nibung, perusakan dump truk PT Lonsum ‎sebanyak 6 orang dan pembakaran pos security Sei Kepahiang Estate sebanyak 11 orang. Dari 37 orang enam diantaranya perempuan dan 3 orang anak," tegas Hari Brata saat mengelar press release di Mapolres Mura. Kamis (26/1) sekitar pukul 11.00 WIB.

Barang bukti berupa dua unit mobil patroli Polsek Nibung, satu unit mesin printer, daun pintu, batu dan dispenser turut diamankan. Pun dengan satu unit mobil dump truck yang dirusak serta dua unit mobil Suzuki Cary pikap, tiga buah batu, dua pelepah kelapa sawit, dan lima bungkus abu arang diamankan dari kasus perusakan mobil dan kantor security.

"Untuk tersangka lainnya masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Sedangkan kami masih mengejar satu tersangka yang diduga aktor intelektual tiga aksi tersebut," jelasnya.

Seperti diketahui, aksi huru-hara dan perusakan ini dipicu karena adanya klaim lahan seluas 1.400 hektar antara masyarakat dan PT Lonsum. Padahal masalah tersebut masih dalam penyelesaian di Pemerintah Daerah (Pemkab) Muratara.‎

"Kita tidak mentolerir tindakan kejahatan yang dilakukan. Kami tetap melakukan penyelidikan intensif terkait kasus tersebut," kata Hari Brata.

Sementara itu, Bupati Muratara HM Syarif Hidayat menilai, bahwa tindakan tegas yang dilakukan oleh aparat Polres Musirawas terhadap para pelaku aksi‎ perusakan Mapolsek Nibung dan perusakan aset PT Lonsum sudah sesuai prosedur kepolisian.

"Apa yang dilakukan aparat Polres Mura mengamankan tersangka pengrusakan aset negara dan aset pihak perusahaan sudah benar sesuai prosedur di kepolisian," pungkasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini