Miris! Jembatan Penghubung Desa Terputus, Ribuan Warga Terisolasi

Dwi Ayu Artantiani , Okezone · Senin 30 Januari 2017 12:47 WIB
https: img.okezone.com content 2017 01 30 525 1604510 miris-jembatan-penghubung-desa-terputus-ribuan-warga-terisolasi-Z17j5RvWYf.jpg Jembatan yang putus di Majalengka (Foto: Dwi Ayu/Okezone)

MAJALENGKA - Ribuan warga di Desa Nunuk Baru, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, sudah sepekan terisolasi akibat Jembatan Nunuk yang merupakan akses utama desa terputus pada Minggu 22 Januari 2017.

Kaur Keuangan Desa Nunuk Baru Ahmad mengungkapkan, putusnya jembatan tersebut akibat hujan deras yang terus mengguyur wilayah Majalengka sehingga Sungai Cisulehen banjir dan menerjang Jembatan Nunuk setinggi 4 meter.

Ahmad mengaku sudah sepekan ini warga di Dusun Nunuk dan Babakan beraktivitas tanpa adanya aliran listrik. Pasalnya ketika banjir itu terjadi, sebanyak enam tiang listrik terbawa derasnya air sungai. "Kami sangat kasihan kepada anak sekolah yang jika ingin bersekolah harus menyeberangi sungai yang airnya cukup deras," ungkapnya kepada Okezone, Senin (30/1/2017).

Ia menyebutkan, di Desa Nunuk Baru ada sekira 3.800 penduduk dan tujuh dusun yakni Dusun Nunuk, Babakan, Cirelek, Citayem, Cikoan, Kadut, dan Lengkong. Di desa ini juga ada sekira tiga sekolah yakni pendidikan usia dini, SD, dan SMP.

"Jembatan ini merupakan akses utama menuju pusat desa, Desa Cibodas. Jika harus memutar masyarakat bisa menempuh jarak 24 km yang biasanya hanya 12 km," terangnya.

Selain itu, kata dia, banyak dampak lainnya yang berpengaruh pada ekonomi masyarakat. Hal ini sangat merugikan masyarakat yang mayoritas bertani, jadi masyarakat tidak bisa cepat mendistribusikan hasil pertaniannya karena akses jalannya terputus. "Kami sudah berupaya melaporkan bencana ini ke dinas terkait agar segera dilakukan perbaikan," ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang siswa SD Cengal 2, Fazar (12), mengatakan ia harus menempuh waktu setengah jam untuk sampai di sekolah dengan berjalan kaki. Ia juga harus melewati sungai terlebih dahulu agar bisa sampai di sekolah. "Basah semua baju, sepatu, kalau hujan airnya cukup deras kami pun jadi takut melewatinya," ucapnya.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini