Image

"Silakan Berdakwah, Tapi Tidak dengan Caci Maki"

Iqbal Multatuli, Jurnalis · Selasa, 31 Januari 2017 - 20:44 WIB
Ulama Banten (Foto: Iqbal/Okezone) Ulama Banten (Foto: Iqbal/Okezone)

SERANG - Maraknya ujaran kebencian di media sosial dan ceramah keagamaan yang mengedepankan caci maki dan kebencian, membuat para ulama di Banten meminta kepada para penceramah untuk tidak melakukan hal serupa.

Hal itu dikatakan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Serang, KH Matin Syarkowi. Menurutnya, ulama yang seharusnya memberikan rasa damai dalam setiap ceramahnya dewasa ini banyak yang justru memprovokasi dengan cara caci maki dan berdasarkan benci.

"Berdakwah silakan, mengajak silakan, menegur pemerintah silakan, karena itu hak rakyat, tetapi jangan dengan caci maki," ujarnya usai memperingati Harlah ke-91 NU di Alun-alun Barat Kota Serang, Selasa (31/1/2017).

Mereka pun berpesan, agar para tokoh dan elite politik di Jakarta tidak memberikan pendidikan yang berkarakter radikal. Menurutnya, ujaran kebencian dan caci maki justru akan menjadi awal mula perpecahan bangsa Indonesia.

Padahal, menjaga keutuhan NKRI menjadi suatu kewajiban yang harus dijunjung tinggi setiap warga negara Indonesia.

"Maka siapapun, dari Ormas mana pun, baik kanan maupun kiri, yang hendak memporak porandakan keberagaman, maka NU wajib mencegahnya," tegasnya.

Sementara itu, dalam peringatan Halah ke-91 NU. Ulama di Banten sepakat untuk menjaga keutuhan NKRI dari segala bentuk paham-paham radikal yang ingin mengganti Pancasila sebagai ideologi negara.

"Dalam rangka mensyukuri Harlah ke 91, kita mengajak seluruh elemen bangsa untuk mewaspadai segala bentuk ajakam untuk berkhilafah. Dan, kepada pemerintah juga untuk mewaspadai ini," tandasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming