Penerimaan Mahasiswa Baru, PTN Lebih Percaya SBMPTN?

Iradhatie Wurinanda, · Selasa 31 Januari 2017 17:13 WIB
https: img.okezone.com content 2017 01 31 65 1605709 penerimaan-mahasiswa-baru-ptn-lebih-percaya-sbmptn-LSUlTT16Ja.jpg Foto: Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Panitia pusat telah menentukan kuota penerimaan mahasiswa baru, masing-masing minimal 30 persen untuk jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), minimal 30 persen untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan maksimal 30 persen untuk ujian mandiri (UM). Angka itu kemudian menjadi acuan setiap PTN dalam menentukan alokasi kuota penerimaan mahasiswa baru.

Berdasarkan ketentuan tersebut, tahun ini Universitas Sebelas Maret (UNS) menyediakan 6.291 bangku untuk mahasiswa program sarjana. Calon mahasiswa yang masuk melalui jalur SNMPTN diberi jatah 30 persen.

Sedangkan untuk jalur SBMPTN, kampus memberi kuota 50 persen. Sisanya, yakni 20 persen melalui seleksi mandiri. Wakil Rektor I UNS, Sutarno mengungkapkan, pemangkasan porsi SNMPTN terus terjadi karena kenyataannya kualitas hasil rekrutmen melalui ujian tulis SBMPTN jauh lebih baik dari SNMPTN.

"Kami melakukan serangkaian penelitian, dan ternyata kualitas mahasiswa yang diterima lewat jalur SNMPTN ini kualitasnya tidak sebagus dari mahasiswa yang diterima melalui jalur SBMPTN. Untuk itulah, kuota mahasiswa dari jalur SBMPTN dinaikkan," ucapnya disitat dari laman UNS, Selasa (31/1/2017).

Dia menambahkan, calon mahasiswa akan mengalami persaingan yang ketat pada jalur SNMPTN. Apalagi, sekolah dengan akreditasi A boleh mendaftarkan 50 persen siswa terbaiknya. Disusul akreditasi B 30 persen dan akreditasi C 10 persen.

"Sebenarnya secara mendasar masih sama dengan tahun lalu, hanya memang ada beberapa bagian yang berbeda untuk meningkatkan kualitas seleksi," tutupnya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini