Image

Usut Kasus Suap Atase Imigrasi KBRI Kuala Lumpur, KPK Telah Periksa 10 Saksi

Putera Negara, Jurnalis · Rabu, 8 Februari 2017 - 19:14 WIB
Jubir KPK Febri Diansyah (Foto: Putera/Okezone) Jubir KPK Febri Diansyah (Foto: Putera/Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan pemeriksaan terhadap 10 orang saksi terkait kasus dugaan suap penerbitan paspor RI dengan metode reach out tahun 2016 dan proses penerbitan calling visa tahun 2013-2016 yang melibatkan Atase Imigrasi pada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Malaysia, Dwi Widodo.

"Masih terkait dengan Dwi Widodo sejak 19 januari 2017 KPK telah melakukan pemeriksaan 10 orang saksi," ucap juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (8/2/2017).

Kesepuluh saksi itu, ungkap Febri, berasal pihak swasta, dengan rinciannya dari enam perusahaan yang berbeda. Pasalnya, dikatakan Febri ada beberapa karyawan yang terlibat dalam kasus yang menimpa Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) itu.

"Kami melakukan pendalaman informasi terkait beberapa karyawan yang diduga memiliki kaitan dalam proses calling visa yang dilakukan di Kuala Lumpur dimana DW sebagai TSK dalam kasus ini," papar Febri.

Selain itu, hari ini penyidik KPK mengangendakan pemeriksaan terhadap Pegawai Perusahaan PT Trisula Mitra Sejahtera, Hendra Suryono. Namun, Hendra mangkir dari pemeriksaan saksi itu

"Hendra Suryono saksi untuk DW,pegawai perusahaan PT Trisula Mitra Sejahtera besok, Kamis 9 Februari 2017 akan dijadwalkan ulang," tutup Febri.

Dalam kasus ini, Dwi Widodo ternyata memanfaatkan celah dari kebijakan KBRI untuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dalam mengurus dokumen imigrasi. Dirinya diduga menerima suap sebanyak Rp1 Miliar dari Perusahaan yang ada di Malaysia.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming