Korban Akibat Jalan Berlubang di Cirebon Bisa Tuntut Pemerintah dengan Class Action

Dwi Ayu Artantiani , Okezone · Rabu 08 Februari 2017 09:54 WIB
https: img.okezone.com content 2017 02 08 525 1612370 korban-akibat-jalan-berlubang-di-cirebon-bisa-tuntut-pemerintah-dengan-class-action-UZbTCYW4Wd.jpg Pantura Indramayu-Cirebon banyak yang berlubang (Foto: Dwi Ayu/Okezone)

CIREBON - Ruas jalur pantura yang rusak dan berlubang memakan banyak korban, bahkan polisi mengklaim korban kecelakaan lalu lintas akibat jalan berlubang tersebut naik hingga 100%.

Wakapolres, Kompol Boni Facius mengatakan 100% korban kecelakaan naik akibat jalan berlubang, namun kini jalan yang rusak tersebut sudah mulai ditambal dan diperbaiki oleh instansi yang terkait. Ia pun berujar bahwa warga yang menjadi korban kecelakaan bisa menuntut pemerintah membayar ganti rugi dengan melakukan class action.

"Kalau menginginkan korban kecelakaan bisa mengajukan class action kepada yang bertanggung jawab pada jalan tersebut, untuk memperjuangkan haknya," ucapnya, Rabu (8/2/2017).

Sementara, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian Pekerjaan Umum, Muhamad Nurul mengungkapkan mulai dari Cirebon hingga Pamanukan terdapat sekira ada 800 lubang di sepanjang jalur pantura. Pihaknya juga tengah melakukan perbaikan mulai dari Cirebon-Losari, Cirebon-Kuningan yang dilanjutkan ke Karangampel - Indramayu dan seterusnya.

"Perbaikan darurat ini ditargetkan selesai sebulan ini," kata dia.

Nurul menjelaskan jalan yang rusak paling parah di Patahan jalan antara Cikijing dan Ciamis dan untuk jalan berlubang paling parah di Panawangan, di jalan antara Cikijing dan Ciamis.

Lambatnya perbaikan jalan yang rusak ini, ungkapnya, karena ada sistem baru yang perbaikannya ada jeda waktu, perbaikan rutin maupun efektifnya dilakukan oleh kontraktor karena perbaikan jalan ini dengan sistem dikontrakan.

"Jika hujan kerusakan jalan parah, setahun bisa dua kali diperbaiki, sedangkan kalau tidak hujan kerusakan tidak terlalu parah setahun bisa sekali perbaikan," terangnya.

Ia mengaku kerusakan jalan ini diakibatkan tonase kendaraan berat dan cuaca yang buruk. Selain itu, pihaknya bersama pihak kepolisian memasang rambu dan spanduk imbauan agar masyarakat waspada tentang jalan rusak.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini