nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kampus di Ruko Ditertibkan, Pengamat: Bukan Ruko Atau Tidak Ruko!

Susi Fatimah, Jurnalis · Jum'at 10 Februari 2017 11:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 02 10 65 1614592 kampus-di-ruko-ditertibkan-pengamat-bukan-ruko-atau-tidak-ruko-ysgNoGbeK7.jpg Foto: Shutterstock

JAKARTA - Jumlah perguruan tinggi di Indonesia mencapai 4.405, pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) berencana menertibkan perguruan tinggi swasta (PTS), salah satunya kampus yang berlokasi di rumah toko (ruko).

Pengamat pendidikan Doni Koesoma menyambut baik rencana pemerintah yang akan menertibkan PTS di Indonesia. Namun menurutnya, penertiban PTS bukan dilihat dari lokasinya yang berada di ruko atau tidak ruko.

"Memang kampus model ruko tidak pas, namun kriteria penataan kembali bukan dilihat pada ruko atau tidak ruko, melainkan pada kriteria seperti jumlah dosen, mahasiswa, manajemen dan administrasi kampus tersebut," ujar Doni kepada Okezone, Jumat (10/2/2017).

Jika kriteria jumlah dosen, mahasiswa tak layak untuk kegiatan belajar mengajar, maka kampus tersebut layak untuk ditertibkan. Namun sebaliknya jika kampus tersebut berada di ruko namun dari sisi manajemen dan kualitasnya baik pemerintah tak perlu menutupnya.

"Ada juga kampus besar dulunya berawal dari ruko. Karena manajemen bagus akhirnya berkembang dan sekarang menjadi besar," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Dirjen Kelembagaan Iptek Dikti Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), Patdono Suwignjo mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah mendata PTS yang beroperasi di ruko.

Selain menghitung kampus-kampus yang ada di ruko, Kemristekdikti juga sedang menghitung sisa jumlah kampus bermasalah yang masih dibina. Termasuk PTS atau PTN yang punya potensi konflik, serta kampus yang tidak menjalankan proses pembelajaran sebagaimana mestinya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini