nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

ASEAN Harus Lebih Transformatif Hadapi Tekanan Pihak Luar

Rufki Ade Vinanda, Jurnalis · Senin 13 Februari 2017 21:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 02 13 18 1617412 asean-harus-lebih-transformatif-hadapi-tekanan-pihak-luar-GoaXPo54u0.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Potensi konflik di wilayah ASEAN hingga kini masih terus menghantui. Ambil contoh konflik Laut China Selatan yang tak kunjung mencapai titik temu. Sebagai sebuah organisasi, ASEAN memiliki kewajiban untuk menjaga hubungan harmonis dan meningkatkan kemampuan negara-negara Asia tenggara untuk menghadapi tekanan dari luar.

Ketua Institut Demokrasi dan Hak Asasi Manusia The Habibie Center, Prof. Dr. Dewi Fortuna Anwar menyatakan betapa pentingnya peran ASEAN dalam menjaga otonomi strategis di kawasan Asia Tenggara agar tidak terpecah belah akibat tekanan negara dari luar atau negara yang lebih besar.

"ASEAN dibentuk untuk menyinergikan negara-negara anggotanya. Tapi semakin banyak anggota juga semakin banyak perbedaan pandangan baik dalam politik, keamanan, atau ekonomi. Dikhawatirkan pihak luar nantinya akan memanfaatkan ini untuk mengintervensi ASEAN sehingga ASEAN yang sudah majemuk menjadi semakin sulit bekerja sama. Boleh pandangan berbeda tapi di dalam kebijakan strategis harus bisa sinergi atau kredibilitas Asean dipertaruhkan," tukas Dewi saat ditemui di Hotel Fairmont, Jakarta Selatan, Senin (13/2/2017).

Dewi menjelaskan, kekompakan ASEAN sempat terguncang ketika berlangsung KTT di Kamboja pada 2012. Kamboja menolak untuk menyetujui kesepakatan dan kesimpulan KTT saat itu akibat tekanan dari China.

"Kamboja tak mau menyetujui kesepakatan terkait Laut China Selatan akibat tekanan dari China. Ini menjadi suatu hal yang sangat disayangkan dan memalukan," jelas Dewi.

Sementara itu, menanggapi peran ASEAN dalam mengantisipasi kepentingan pihak luar, Mantan Menteri Luar Negeri Indonesia, Dr. Marty Natalegawa menyatakan ASEAN perlu lebih transformatif.

"ASEAN harus lebih transformatif. ASEAN juga harus bisa berpikir jauh dan inovatif. Kesatuan ASEAN menunjukkan sinergi antara kepentingan nasional dan regional, seperti yang tersirat dalam Deklarasi Bangkok. Kekuatan negara menengah dibatasi dalam hal aspirasi. Sebuah negara tidak seharusnya dibatasi masa depannya dengan label kekuatan," ujar Marty.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini