Image

Hubungan Indonesia-Amerika di Era Trump

, Jurnalis · Senin, 13 Februari 2017 - 11:55 WIB

Oleh Dave Laksono

Anggota Komisi Luar Negeri DPR RI


Pasca pelantikan Donald Trump sebagai Presiden Amerika, saat ini arus protes terhadap berbagai kebijakan kontroversial Trump sedang meluas di beberapa negara bagian di Amerika. Kasus teranyar, Presiden Trump beberapa waktu lalu meneken aturan larangan masuk warga dari tujuh negara berpenduduk mayoritas muslim ke Amerika Serikat, yaitu Suriah, Irak, Iran, Yaman, Libya, Somalia, dan Sudan. Selain itu, Trump juga menghentikan penerimaan imigran di mana secara khusus protokol tersebut melarang sementara pengungsi Suriah masuk ke Amerika. Akibatnya, terjadi pengurangan jumlah pengungsi yang semula sekitar 110 ribu menjadi hanya 50 ribu.

Namun, putusan pengadilan banding Amerika Serikat telah mengalahkan gugatan pemerintahan Presiden Donald Trump terkait larangan masuk bagi warga dan pengungsi dari tujuh negara mayoritas muslim. Tiga anggota majelis hakim pengadilan banding memutuskan untuk memperkuat putusan pengadilan federal yang membekukan perintah eksekutif Trump untuk melarang warga dan pengungsi dari tujuh negara mayoritas muslim masuk ke Amerika Serikat.

Meluasnya aksi protes terhadap Trump terutama dipicu oleh isu hak sipil yang dinilai

“tidak manusiawi” bagi pengungsi dan korban kekejaman ekstremis. Namun, Trump berdalih langkahnya semata-mata demi membantu melindungi warga Amerika dari serangan terorisme. Ia juga menegaskan larangan itu bukan mengenai muslim atau non-muslim, tetapi soal keamanan.

Terlepas dari dalih yang disampaikan Trump, yang pasti Trump telah memulai suatu era pemerintahan baru di Amerika dengan sejumlah kebijakan kontroversial yang sedang mendapat kecaman dari warga negara Amerika sendiri.  Kontroversi Trump diprediksi akan terus berlanjut, terutama menyangkut kebijakan luar negeri Amerika dalam bidang politik, keamanan, dan perdagangan. Indonesia, sebagai negara yang mempunyai pengaruh yang begitu besar di kawasan Asia Tenggara dan memiliki hubungan kemitraan yang dekat dengan Amerika juga tidak akan lepas dari kontroversi Trump, terutama menyangkut isu terorisme, hubungan militer, dan perdagangan.

1 / 3
  • TAG :

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming