Awalnya Gagal, Anak Tukang Becak Ini Akhirnya Diterima di ITB

Iqbal Multatuli, Okezone · Senin 13 Februari 2017 17:12 WIB
https: img.okezone.com content 2017 02 13 65 1617123 awalnya-gagal-anak-tukang-becak-ini-akhirnya-diterima-di-itb-TOKumrWYRD.jpg Foto: Iqbal Multatuli/Okezone

SERANG – Bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi tentu menjadi impian sebagian mahasiswa, termasuk Herayati. Mahasiswa semester lima di Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut mungkin tidak bisa membayangkan jika dirinya bisa diterima berkuliah di salah satu kampus bergengsi di negeri ini.

Namun, perjuangannya tersebut tidak selalu mulus. Pasalnya, di awal-awal mendaftar, dirinya bahkan tidak diterima di ITB. Hal tersebut diungkapkan oleh sang ayah, Sawiri, yang berprofesi sebagai tukang becak saat ditemui Okezone di kediamannya di Kelurahan Kotasati, Kecamatan Gerogol, Kota Cilegon, Senin (13/2/2017).

“Proses awalnya susah, rapor itu tidak diterima, berhubung keinginannya kuat, dia terus berusaha,” ungkap Sawiri.

Alasan tidak diterimanya Herayati di ITB kemungkinan karena tidak adanya lulusan di SMA- nya yang diterima di ITB. Namun nasib berkata lain, saat mahasiswa FMIPA tersebut menjalani tes tertulis, dia akhirnya berhasil lulus dan bisa menempuh pendidikan di kampus tempat Presiden Soekarno pernah berkuliah dulu.

Sebenarnya, kata Sawiri, ia tak heran anaknya mendapatkan nilai tertinggi di bangku kuliahnya. Semenjak SD, Herayati memang selalu mendapat ranking pertama dalam urusan belajar.

Awalnya memang sang ayah tak mengetahui kenapa anaknya ramai jadi perbincangan. Ia tau baru mengetahui dari tetangga. "Ada yang bilang anak saya masuk di internet, saya enggak ngerti. Saya telefon katanya dapat penghargaan dari kampusnya," ucapnya.

"Nong (panggilan untuk anak perempuan) mau dapat penghargaan pak nilai tertinggi," sambung Sawiri menirukan ucapan anak perempuannya itu.

Herayati di Bandung tinggal di sebuah kontrakan tak jauh dari ITB. Sawiri berharap anaknya bisa menjaga diri hingga ia lulus kuliah.

"Kalau saya terserah anak saja mau ke mana setelah lulus, tapi kepenginnya sih bisa lanjut S-2. Tapi itu terserah lagi sama anaknya, orangtua cuma bisa berdoa saja semoga anaknya sukses," tandasnya.(afr)

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini