Image

Sulitnya Menjual Mobil 'Perdesaan' ke Petani

Anton Suhartono, Jurnalis · Rabu, 15 Februari 2017 - 10:33 WIB
Tata Ace EX2 (Foto: Okezone) Tata Ace EX2 (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian sedang menggarap proyek mobil perdesaan. Saat ini, sudah lima prototipe mobil pengganti gerandong itu yang diuji coba dengan jarak sejauh 100 ribu kilometer.

Diharapkan, proyek mobil yang dibuat untuk membantu perekonomian masyarakat perdesaan ini bisa terealisasi pada Agustus 2017. Kriteria mobil perdesaan adalah berkapasitas mesin 1.000 cc, dibanderol dengan harga Rp60 jutaan, dan memiliki kandungan lokal 100 persen.

Sebagaimana fungsinya, mobil perdesaan akan berwujud pikap atau minibus yang bisa mengangkut barang atau hasil pertanian dan perkebunan.

Kemenperin menggandeng dua perusahaan yakni Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dan Astra Daihatsu Motor (ADM) untuk membuat prototipe kendaraan tersebut. Namun, siapa pihak yang akan memproduksinya belum ditentukan. Pemerintah tampaknya akan memanfaatkan industri di daerah untuk lebih berperan dalam memproduksi mobil perdesaan, termasuk industri kecil yang memasok komponennya.

Beberapa agen pemegang merek (APM) sebenarnya sudah memasarkan mobil pikap bermesin kecil untuk pasar di perdesaan. Sebut saja salah satunya Tata Motors yang menjual Ace EX2 dengan kapasitas mesin 700 cc.

Namun penjualan Ace EX2 di perdesaan tak berjalan baik karena permasalahan akses kredit ke petani yang minim. Harga mobil yang ketika pertama kali diluncurkan dibanderol Rp60 jutaan itu masih terlalu tinggi untuk ukuran kantong para petani dan pemilik kebun.

"Kami sudah memasarkan Ace EX2 itu sejak 2014. Awalnya memang mobil ini untuk perdesaan, mendukung transportasi pertanian dan perkebunan. Tapi permasalahannya mereka tidak punya uang untuk beli mobil, mengangkut hasil bumi. Mereka juga tidak punya akses ke lembaga pembiayaan, mendapatkan kredit yang memadai untuk mengambil mobil," tutur Kiki Fajar, corporate communication head PT Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI), di Jakarta, Selasa 14 Februari 2017.

Saat diluncurkan pertama kali di Indonesia pada 2014, Tata Ace EX2 dibanderol Rp64 juta. Harga itu masih terlalu tinggi sehingga belum bisa masuk ke segmen petani. Karena itu mereka terpaksa menyewa mobil.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming