Image

Siapa Saja yang Terlibat dalam Proyek Mobil Perdesaan?

Santo Evren Sirait, Jurnalis · Rabu, 15 Februari 2017 - 16:07 WIB
Mobil perdesaan (Foto: Kemenperin) Mobil perdesaan (Foto: Kemenperin)

JAKARTA - Untuk memuluskan rencana menghadirkan mobil murah khusus perdesaaan, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggandeng banyak pihak, dari dunia pendidikan seperti sekolah menengah kejuruan (SMK), universitas, sampai pemerintah daerah.

(Baca: Mobil Murah untuk Perdesaan Segera Hadir)

Tidak ketinggalan, Kemenperin juga berharap adanya dukungan dari produsen mobil di Tanah Air. Ada dua produsen yang sudah dibidik yaitu Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dan Astra Daihatsu Motor (ADM).

Wakil Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono mengungkapkan dukungan penuh terhadap proyek tersebut. Saat ini pihaknya telah diminta untuk membantu pembuatan prototipe mobil perdesaan.

(Baca: Sulitnya Menjual Mobil 'Perdesaan' ke Petani)

"Sekarang persiapan pengembangan prototipe dan kami ikut bantu. Itu di bawah koordinasi Institut Otomotif Indonesia (IOI). Jadi yang tahu IOI, nantinya semua pihak akan dilibatkan, seperti apa produksinya dan siapa yang memproduksi mobil tersebut masih dalam diskusi," terang Warih.

Ia berharap proses pengembangan prototipe akan segera selesai, sedangkan kapan mulai diproduksi pihaknya belum mengetahui. "Tergantung Kemenperin," ungkapnya.

Sementara itu, ADM belum mau memberi banyak komentar terkait tawaran dari Kemenperin tersebut. "Kami belum tahu dan belum berdiskusi (dengan Kemenperin)," kata Direktur Pemasaran PT ADM, Amelia Tjandra.

Menanggapi proyek mobil perdesaan, 4W Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Donny Saputra juga belum bisa memberikan banyak komentar. Menurut dia, detail regulasi mobil perdesaan yang tengah digarap belum terlalu jelas.

 "Pada poinnya, mobil Suzuki banyak digunakan di daerah perdesaan khususnya pikap Suzuki Carry," kata Doony.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang merupakan wadah dari para pelaku kendaraan roda empat dan lebih di Indonesia tidak dilibatkan dalam penggarapan mobil yang bakal dijual seharga Rp60 jutaan per unit ini.

(Baca: Mobil Perdesaan Memang Perlu Campur Tangan Pemerintah)

"Karena ada semacam kebijakan tersendiri dan ini hanya upaya untuk kebutuhan di desa atau di daerah-daerah yang akan dipenuhi, bukan tipe kendaraan produksi massal," ujar Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara.

Mobil perdesaan, jelas Kukuh, tidak diproduksi dalam jumlah banyak, namun dirancang sebagai kendaraan angkut yang bisa membantu masyarakat perdesaan.

"Jadi bukan mass production, itu stand point, dan akan susah kalau masuknya. Jumlahnya juga belum ada studinya berapa banyak dan apakah akan berlanjut terus dan sebagainya. Sebetulnya itu kan hanya konversi dari gerandong menjadi sesuatu yang lebih layak. Tapi itu bukan dari Gaikindo dan kami tidak akan ikut ke sana," pungkas dia. (san)

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming