Image

Jelang UN, Sekolah di Timika Mulai Beri Pelajaran Tambahan

Foto: Ilustrasi Okezone

Foto: Ilustrasi Okezone

TIMIKA - Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Mimika, Papua, memberikan pelajaran tambahan bagi siswa kelas 12 yang akan mengikuti Ujian Nasional (UN) pada April mendatang.

Kepala SMAN 1 Mimika Soro' Bato Sau di Timika, Rabu (15/2/2017), mengatakan pelajaran tambahan diberikan kepada siswa kelas 12 jurusan IPA, IPS dan Bahasa dengan durasi dua kali seminggu pada sore hari.

"Setiap hari Rabu dan Jumat ada pelajaran tambahan untuk siswa kelas 12. Kami berharap melalui kegiatan ini mereka lebih siap mengikuti UN," kata Soro'.

Dia meminta dukungan orang tua murid terhadap kegiatan pelajaran tambahan yang diberikan guru-guru SMAN 1 Mimika di luar jam sekolah.

Soro' mengatakan, guru-guru SMAN 1 Mimika juga terus melatih siswa untuk memecahkan soal-soal UN. "Saya minta guru-guru untuk memberikan soal-soal dengan tingkat kesulitan yang tinggi agar siswa mereka terlatih dan terbiasa dengan soal-soal semacam itu," jelasnya.

Pada penyelenggaraan UN mendatang, peserta yang terdaftar di SMAN 1 Mimika sebanyak 392 orang. Sayangnya, hingga kini SMAN 1 Mimika belum mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Kendala utama yang dihadapi sekolah ini sehingga tidak bisa menyelenggarakan UNBK lantaran fasilitas komputer yang terbatas. Saat ini, SMAN 1 Mimika hanya memiliki 40 unit komputer.

"Untuk menyelenggarakan UNBK, fasilitas penunjang harus lengkap seperti komputer, akses internet dan lainnya. Perbandingan antara jumlah komputer dengan jumlah peserta minimal satu komputer untuk tiga orang peserta. Karena kendala fasilitas itu, kami tidak berani sebab nanti risikonya besar kalau menyelenggarakan UNBK tanpa ditunjang oleh fasilitas yang memadai," kata Soro'.

Pihak SMA Negeri 1 Mimika telah menyampaikan permohonan ke Pemkab Mimika maupun ke pusat untuk penambahan fasilitas komputer yang terkoneksi dengan jaringan internet. Namun hingga kini usulan itu tidak mendapat tanggapan.

"Kami sudah ajukan permohonan ke Pemda maupun ke pusat, tapi belum ada tanggapan hingga sekarang. Kami mengusulkan penambahan 140 unit komputer," jelasnya.

Ia berharap ke depan sekolahnya dapat menyelenggarakan UNBK, apalagi SMA Negeri 1 Mimika merupakan salah satu sekolah rujukan di Provinsi Papua.

"Kalau bisa tahun ajaran berikutnya kami sudah bisa menyelenggarakan UNBK, apalagi sekolah kami merupakan sekolah rujukan. Sebagai sekolah rujukan, seharusnya SMA Negeri 1 Mimika mendapat prioritas perhatian dari pemerintah daerah dan pusat," ujarnya.

Penyelenggaraan UN tingkat SMA/SMK di Mimika tahun ini diikuti sebanyak 2.282 peserta. Para peserta UN tingkat SMA/SMK tersebut tersebar pada 19 SMA dan 19 SMK.

Ketua Panitia UN tingkat menengah Selsius Efraim Aron mengatakan Dinas Pendidikan Menengah setempat terus menyiapkan sekolah-sekolah untuk menyelenggarakan UNBK.

Tahun ini terdapat 15 sekolah SMA/SMK di Mimika yang menyelenggarakan UNBK, terdiri atas sembilan SMK dan enam SMA.

SMK yang menyelenggarakan UNBK yaitu SMK Petra, SMK YPNMNU, SMK Yapis, SMK Negeri 3, SMK Amamapare, SMK Harapan, SMK Tunas Bangsa, dan SMK Hermon.

Adapun SMA yang menyelenggarakan UNBK yaitu SMA Negeri 2, SMA Advent, SMA Santa Maria, SMA Tiga Raja, SMA Negeri 5, dan SMAK St Ignatius.

Jumlah sekolah di Mimika yang menyelenggarakan UNBK tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2016, hanya terdapat dua sekolah yang menyelenggarakan UNBK yaitu SMA Tiga Raja dan SMK Tunas Bangsa.

(sus)
Live Streaming
Logo
breaking news x