Image

Sekolah di Semarang Kebut Persiapan UN Berbasis Komputer

Foto: Ilustrasi Okezone

Foto: Ilustrasi Okezone

SEMARANG - Sejumlah sekolah menengah atas sederajat di Kota Semarang mengebut persiapan pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) pada tahun 2017 agar bisa berjalan dengan lancar.

"Kami optimistis bisa melaksanakan UNBK tahun ini dengan lancar. Apalagi ini adalah kali keduanya kami menggelar ujian CBT (computer based test)," kata Kepala SMA Negeri 8 Semarang Sugiyo di Semarang, baru-baru ini.

Persiapan yang dilakukan sekolah untuk melaksanakan UNBK 2017, kata dia, sejauh ini sudah mencapai 90 persen dengan jumlah perangkat komputer yang dimiliki sebanyak 110 unit dan sebanyak lima server.

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang mengharuskan sekolah memiliki perangkat komputer sedikitnya sepertiga dari jumlah total siswa, lanjut dia, untuk persyaratan tahun ini lebih mudah, yakni minimal 20 komputer dan satu server.

"Dengan pelaksanaan UNBK, tentu peserta ujian akan lebih mandiri dan jujur. Secara operasional juga lebih efektif dan hemat karena ongkos produksi kertas untul PBT (paper based test) bisa ditekan," katanya.

Ia menyebutkan jumlah siswa peserta UNBK pada tahun ini sebanyak 340 orang yang akan dibagi dalam tiga shift pada pelaksanaan ujian.

"Kami sudah melakukan simulasi sejak Desember lalu, tahun ini adalah tahun kedua pelaksanaan UNBK di SMA ini," jelasnya.

Selain itu, sekolah yang berada di kawasan Ngaliyan, Semarang, itu juga telah menyiapkan perangkat genset untuk mengantisipasi jika listrik padam.

Demikian pula dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Semarang yang melakukan beberapa persiapan UNBK yang dijadwalkan pada April mendatang, seperti kesiapan perangkat komputer server, hingga simulasi pelaksanaan UNBK.

Kepala SMK Negeri 2 Semarang Ahmad Ishom menjelaskan pelaksanaan UNBK bisa menekan tingkat kecurangan dalam ujian karena langsung menggunakan komputer dan mencegah kebocoran soal dibandingkan dengan ujian secara tertulis.

"Kami sendiri tidak tahu bagaimana bentuk soal dalam ujian nanti (UNBK). Kepala sekolah saja kan tidak diperbolehkan masuk ke dalam ruang ujian," katanya.

Untuk penyelenggaraan UNBK tahun ini, kata dia, telah tersedia sebanyak 150 unit komputer yang akan digunakan untuk ujian, terbagi dalam tiga shift atau sesi.

Sementara itu, SMK Negeri 8 Semarang juga telah menambah perangkat komputer sebanyak 72 unit untuk pelaksanaan UNBK tahun ini sehingga sekarang ini sudah ada 183 unit komputer atau separuh dari jumlah total peserta UNBK.

"Totalnya ada 366 siswa yang ikut UNBK. Kami telah menyiapkan delapan ruang ujian. Ya, sejauh ini untuk fasilitas sudah memadai," kata Koordinator Humas SMK Negeri 8 Semarang Ardan Sirajudin.

Simulasi, kata dia, sudah dilaksanakan oleh sekolah sebanyak dua kali, dan simulasi ketiga rencananya akan dilakukan dalam waktu dekat.

"Ya, harapan kami tidak ada pemadaman listrik. Memang kami sudah punya genset, tetapi kalau listrik mati kan untuk menghidupkan genset juga membutuhkan waktu," pungkasnya.

(sus)
Live Streaming
Logo